POPULASI DAN METODE SAMPLING (Materi VI)

Dalam dunia penelitian kata populasi digunakan untuk menyebutkan serumpun atau sekelompok obyek yang menjadi sasaran penelitian atau merupakan keseluruhan (universum) dari obyek penelitian. Berdasarkan penentuan sumber data, populasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu Populasi Terbatas (populasi yang memiliki sumber data yang jelas batas-batasnya secara kuantitatif) dan Populasi Tak Terhingga (populasi yang memiliki sumber data yang tidak dapat ditentukan batas-batasnya secara kuantitatif dan hanya dapat dijelaskan secara kualitatif).

Dilihat dari kompleksitas obyek populasi, maka populasi dapat dibedakan menjadi Populasi Homogen (keseluruhan individu yang menjadi anggota populasi memiliki sifat-sifat yang relatif sama antara yang satu dnegan yang lain dan mempunyai ciri tidak terdapat perbedaan hasil tes dari jumlah tes populasi yang berbeda) dan Populasi Heterogen (keseluruhan individu anggota populasi relatif mempunyai sifat-sifat individu dan sifat-sifat tersebut yang membedakan antara individu anggota populasi yang satu dengan yang lain).
Walaupun populasi penelitian memiliki beberapa sifat yang tidak jarang membingungkan, tetapi menjadi tugas peneliti utnuk memberikan batasan yang tegas terhadap setiap obyek yang menjadi populasi penelitiannya. Pembatasan dimaksud harus berpedoman terhadap tujuan dan permasalahan penelitian. Oleh karena itu, dengan pembatasan populasi penelitian akan memudahkan di dalam memberikan ciri atau sifat-sifat dari populasi tersebut dan akhirnya akan memberikan keuntungan dalam penarikan sampel penelitian.
Dalam membangun generalisasi hasil penelitian biasanya digunakan teknik analisis statistik inferensial untuk membuktikan kebenaran dari hukum kemungkinan. Atau dengan kata lain, apabila suatu penelitian menggunakan sampel penelitian, maka penelitian tersebut menganalisis hasil penelitiannya melalui statistik inferensial dan berarti hasil penelitian tersebut merupakan suatu generalisasi. Untuk mendapatkan generalisasi yang baik, disamping harus memperhatikan tata cara penarikan kesimpulan, bobot sampel penelitian harus dapat dipertanggungjawabkan, sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian benar-benar mampu mewakili setiap unit populasi.
Dalam kasus populasi homogen, penarikan sampel penelitian tidak terlalu sulit dan dapat dilakukan dengan cara pengundian atau secara acak (random). Lain halnya dengan populasi hiterogen, pengambilan sampel tidak dapat dilakukan sebagaimana dalam populasi homogen dan membutuhkan teknik-teknik khusus yang sejalan dengan sifat populasi hiterogen tersebut. Selain itu, ketepatan penarikan kesimpulan penelitian tidak selalu terkait dengan besar kecilnya jumlah sampel penelitian yang diambil, tetapi yang mampu menjamin ketepatan kesimpulan tersebut adalah sampel penelitian harus benar-benar representatif. Jadi tidak ada gunanya mengambil sampel penelitian yang cukup besar jika diambil dari populasi yang tidak representatif.

Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan sampel penelitian adalah :
Derajat keseragaman (degree of homogeneity) populasi. Populasi yang homogen cenderung memudahkan penarikan sampel dan semakin homogen populasi maka memungkinkan penggunaan sampel penelitian yang kecil. Sebaliknya jika populasi heterogen, maka terdapat kecenderungan menggunakan sampel penelitian yang besar. Atau dengan kata lain, semakin komplek derajat keberagaman maka semakin besar pula sampel penelitiannya.

Derajat kemampuan peneliti mengenal sifat-sifat populasi.

Presisi (kesaksamaan) yang dikehendaki peneliti. Dalam populasi penelitian yang amat besar, biasanya derajat kemampuan peneliti untuk mengenali sifat-sifat populasi semakin kecil. Oleh karena itu, untuk menghindari kebiasan sampel maka dilakukan jalan pintas, yaitu memperbesar jumlah sampel penelitian. Artinya, apabila suatu penelitian menghendaki derajat presisi yang tinggi maka merupakan keharusan untuk menggunakan sampel penelitian yang besar. Yang perlu mendapat pertimbangan di sini adalah presisi juga tergantung pada tenaga, waktu, dan biaya yang cukup besar. Menurut HM. Rahmady Radiany (dikutip Burhan Bungin; 2005: 105) rumus perhitungan besaran sampel adalah : n = (N) / [(N (d)2 + 1)] . Keterangan : n : Jumlah sampel yang dicari; N : Jumlah populasi d : Nilai Presisi (misal sebesar 90% maka d = 0,1)

Penggunaan teknik sampling yang tepat. Untuk mendapatkan sampel yang representatif, penggunaan teknik sampling haruslah tepat. Apabila salah dalam menggunakan teknik sampling maka akan salah pula dalam memperoleh sampel dan akhirnya sampel tidak dapat representatif.

Untuk mendapatkan sampel yang representatif, beberapa teknik pengambilan sampel yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
PENGAMBILAN SAMPEL PROBABILITAS (ACAK)
Adalah suatu metode pemilihan ukuran sampel dimana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel (Husein Umar: 1999). Terdapat tiga cara pengambilan sampel dengan metode acak, yaitu :
Simpel Random Sampling. a. Cara Undian, yaitu memberi nomor seluruh populasi dan dilakukan pengundian secara acak; b. Cara Tabel Bilangan Random, yaitu suatu tabel yang terdiri dari bilangan-bilangan yang disajikan dengan sangat berurutan. Populasi diberi nomor urut dahulu dan dilakukan pengacakaan antara nomor pupolasi dengan tabel acak; dan c. Cara Sistematik / Ordinal, yaitu pemilihan sampel dimana yang pertama secara acak dan selanjutnya pemilihan sampel berdasarkan interval tertentu

Cara Stratifikasi (Stratified Random Sampling). Populasi yang dianggap hiterogen, berdasarkan karakteristik tertentu, dikelompokkan dalam beberapa sub populasi sehingga setiap sub populasi menjadi lebih homogen dan setelah itu masing-masing sub diambil sampelnya secara acak.

Cara Kluster (Cluster Sampling). Pengambilan sampel cara kluster hampir sama dengan cara stratifikasi, tetapi yang membedakan pembagian sub populasi masih homogen, misalnya berdasarkan wilayah atau letak geografis, dan kemudian dari sub populasi tersebut diambil sampel secara acak

PENGAMBILAN SAMPEL NON-PROBABILITAS / NON-ACAK
Pengambilan sampel dengan non acak dilakukan jika semua elemen populasi belum tentu memiliki peluang yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel, misalnya terdapat bagian populasi yang dengan sengaja tidak dijadikan anggota sampel yang mewakili populasi. Terdapat enam cara pengambilan sapel secara non acak (Husein Umar: 1999), yaitu :
Cara Keputusan (Judgment Sampling), yaitu pengambilan sampel dengan terlebih dahulu memutuskan jumlah maupun sampel yang akan diambil dengan tujuan tertentu

Cara Kuota (Qouta Sampling), yaitu jika penelitian untuk mengkaji fenomena tertentu maka responden yang akan dipilih adalah yang diperkirakan dapat menjawab semua permasalahan yang terkait dengan penelitian

Cara Dipermudah (Convinience Sampling), yaitu peneliti memiliki kebebasan untuk memilih siapa yang akan dijadikan sampel atau yang akan ditemui sebagai responden

Cara Bola Salju (Snowball Sampling), yaitu penentuan sampel yang semula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih responden lain yang dianggap tahu terkait dengan permasalahn yang diteliti untuk dijadikan sampel lagi dan seterusnya

Area Sampling, yaitu populasi dibagi menjadi sub populasi dan sub populasi dibagi menjadi sub-sub populasi sampai dengan sub yang terkecil dan baru diambil sampel untuk masuk ke bagian populasi yang lebih besar dan dari bagian populasi yang besar juga diambil sampelnya

Purposive Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai sangkut paut dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya

73 komentar:

  1. saya seorang mahsiswa yang sedang melakukan penelitian. di tempat saya melakukan penelitian populasinya berjumlah 99 orang. dari 99 populasi trersebut terbut 33 diantaranya adalah target penelitian saya. karena hanya 33 saja dari responden tersebut yang mempunyai hubungan dengan topik penelitian saya. saya ingin bertanya jika sampel yang saya ambil adalah 33 dari 99 orang tersebut apakah sampel saya tersebut penarikan termasuk kedalam pueposive sampling. jika tidak saya mohon kesediaannya untuk membantu saya dalam masalah ini.

    BalasHapus
  2. Pa, kalo respondennya pembeli majalah eceran teknik sampling mana yang cocok? bingung buat nyebarin angketnya..
    saya tunggu bgt jawabannya, pa. thx b4

    BalasHapus
  3. Mas Agung,kalau memang diambil sampel 33 responden (sesuai topik) memang pakai purposive, tetapi juga harus diingat, apakah 33 tersebut homogen apa tidak? kalau ternyata tidak homogen lebih baik dikelompokkan dulu agar homogen baru diambil sampel sesuai kelompok tersebut. Coba baca Stratified dan Purposive Random Sampling sebagai renungan. Jangan lupa baca jurnal ilmiah

    BalasHapus
  4. Guiniez sikasep, jika respondennya pembeli majalah eceran cara paling gampang pakai sample secara isidental saja, tetapi harus dijelaskan jangka waktu penggalian datanya dan jika perlu dibedakan jenis kelamin dan usia pembeli

    BalasHapus
  5. Pak, tolong dong kasih tahu langkah-langkah melakukan metode analisi importance-performance analisis dengan menggunakan skala semantic differential sekalian referensinya saya kebingungan nih lagi nyusun skripsi tapi referensinya kurang makasih banyak ya...

    BalasHapus
  6. SLAMET SANTOSO28 Oktober 2008 13.01

    Maaf Mbak, karena untuk menjelaskan terlalu panjang, coba baca saja di : http://mm.uns.ac.id/jurnal.php?ket=detail&did=429
    Insya Allah mudah dipahami langkahnya dan ada referensinya. Semoga cepat rampung skripsinya.

    BalasHapus
  7. Pak, gimana caranya kalo saya mo ngambil sampel tentang wajib pajak dalam satu kota, apa saya harus melakukan listing dulu, atau gimana? soalnya saya rencana mo ngambil sampel sebanyak 15 sampel wajib pajak orang pribadi yang memiliki usaha jual makanan, minuman, dan tembakau di dalam bangunan? Apa bsa mwakili?

    BalasHapus
  8. tolong dong gimana caranya nentuin sampel, dalam satu kota, jika saya mau narik 15 sampel, apa bisa mewakili?

    BalasHapus
  9. Rahmadan S. Kan sudah tahu kriteria populasi, yaitu orang yang berjualan makanan, minuman dan tembakau di dalam bangunan. Tinggal mengetahui jumlahnya wajib pajaknya berapa dan di wilayah mana. Dari jumlah dan wilayah tersebut baru diambil sampel, bisa menggunakan secara proporsional atau stratified random sampling (besar kecilnya). Jadi tidak langsung ditentukan 15 sampel

    BalasHapus
  10. Bagaimana menurut pendapat bapak jika yang dijadikan sample dalam populasi adalah SELURUH SAMPLE yang ada ? misal, saya punya sample 500 dan keseluruhannya harus diuji tanpa perlu ada pemilahan sample? Boros banget ya pak? Apa bapak pernah mengalami kasus tersebut? Mohon penjelasannya

    BalasHapus
  11. Kalau keseluruhan populasi menjadi sampel disebut total sampling. Namun jika jumlahnya 500 apa tidak berat, memakan waktu, tenaga, biaya? Coba dicermati karakteristik dari populasi tersebut. Kalau dapat dibagi, misalnya dalam kelas tertentu, strata tertentu, atau golongan tertentu, maka pengambilan sampel berdasarkan karakteristik tersebut dan dilakukan secara proporsional.

    BalasHapus
  12. Thanks so much...
    I need that for my stat paper :)

    BalasHapus
  13. thanks
    I need that for my paper

    BalasHapus
  14. pak saya sekarang dalam penelitian, sya ingin bapak memberi sedikit informasi tentang penaksir rasio hampir tak bias untuk populasi terbatas,tlng ya pak.terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  15. Tolong infonya lebih komplit dan lebih baik lewat e-mail saja

    BalasHapus
  16. Saya lihat apa yang tertera dalam website ini luar biasa. Ini sudah menunjukkan bahwa yang membuatnya tergolong orang-orang yang berguna bagi orang lain, dan itulah orang yang dikategorikan sebagai orang "BAIK". semoga Allah meridhoi.
    Tapi, sebelum diakhiri, saya mau tanya dulu Pak. Kita sudah tahu bahwa populasi nelayan itu sangat besar di suatu daerah. mereka dapat juga distratifikasi menjadi beberapa kategori menurut jenis alat yang dioperasikannya. kalau kondisi demikian, kombinasi teknik samplingnya itu bagaimana? dan kalau kita terapkan rumus Slovin di atas, akan menjadi besar sekali manakala jumlah populasinya juga besar. Mohon saran.

    BalasHapus
  17. Pak Slamet, mau tanya. nelayan itu jumlahnya sangat banyak dan sangat heterogen kalu dilihat dari jenis alat yang dioopeasikannya. bagaimana cara sampling yang baik agar setelah kita stratifikasi, ternyata dalam salah satu subpopulasi jumlahnya sangat besar juga? berapa besar sebaiknya diambil, sebab kalau pakai rumus Slovin di atas jumlahnya masih sangat besar juga. terima kasih atas sarannya.
    Salam,
    karnan

    BalasHapus
  18. Maaf kok ndak ada namanya, jadi bingung jawabnya. Untuk melakukan penelitian tentang nelayan, pertama langkahnya udah betul, yaitu di strata dulu, cuma untuk membuat strata dapat berdasarkan jenis alat yang digunakan atau dilihat pendapatannya atau dilihat kepemilikan kapalnya atau besar kecilnya kapal, terserah mana yang lebih pas. Kalau sekiranya sudah homogin dari hasil strata baru diambil sampel tapi dengan syarat sampel dapat mewakili hasil strata tersebut. Kalau masalah besar kecilnya sampel sampel saya belum bisa kasih saran, karena informasi yang disampaikan belum lengkap. Jadi lebih baik lewat e-mail saja agar bisa lengkap, misalnya jumlah nelayan, asal daerah, jenis perahu, jenis alat, kepemilikan perahu dll. Saya tunggu e-mailnya, semoga saya dapat membantu. Trima kasih

    BalasHapus
  19. Pak Slamet yang baik hati,
    Perkenalkan nama saya Ardi, saya sedang membuat thesis dimana Sampelnya Homogen yaitu anggota dari suatu komunitas. Dari model penelitian yg saya ambil dari bbrp Jurnal untuk analisis data digunakan CFA. Utk itu saya menggunakan software AMOS utk perhitungan SEM. Katanya SEM mensyaratkan jumlah sampel minimal adalah 100, sedangkan saya hanya menggunakan sampel 40 responden dgn pertimbangan sifatnya yg homogen. Pertanyaannya, jika sampel homogen dan analisis pakai SEM apakah sampel minimal harus 100 juga...(kan sampelnya homogen..he..he.) Mohon pencerahan dari bapak. Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  20. Mas Yanuardi, pertama yang perlu dikaji ulang apa betul populasinya homogen, apa ndak bisa di buat kelas atau strata dulu, misalnya pendidikan,pendapatan, latar belakang atau apa saja yang bisa dijadikan pedoman. Kalau masalah syarat sebaiknya dipenuhi, dan bukan ditawar karena tidak ada tawar menawar dalam persyaratan dalam statistik (memang itu syaratnya). Terus lanjut semoga sukses dan lancar tesisnya.

    BalasHapus
  21. Thanks Pak Slamet atas responnya yg cepat. Setelah merenung2, saya ingin bertanya yg agak mendasar: Apa kaitannya antara SEM dengan CFA? Jika saya mempunyai model yg terdiri dari 1 variabel laten dan 4 variabel manifesnya, apakah model tersebut dikatakan SEM?

    BalasHapus
  22. Mas Yanuardi, karena saya tidak begitu jelas dengan apa yang mas teliti, saran yang bisa saya sampaikan adalah : untuk memilih alat analisis data yang tepat tergantung pada konsep awal atau kerangka berfikir untuk penelitian tersebut. Dari kerangka berfikir maka akan dapat diputuskan apakah dianalisis dengan cara yang tidak rumit, misalnya analisis regresi beserta asumsi klasiknya, atau memakai analisis yang rumit. Jadi intinya coba direnungkan kembali kerangka berpikir penelitian baru ditetapkan alat analisisnya. Selamat meneruskan tesis dan semoga sukses.

    BalasHapus
  23. Selamat Siang PAk.
    Saya ingin melakukan penelitian perbandingan antara petani kelapa sawit plasma dan petani swadaya di suatu desa.
    Sebaiknya saya menggunakan pengambilan sampel yang mana?
    Berapa sampel minimal yang harus diambil PAk?
    TErimakasih.

    BalasHapus
  24. Kalau wilayah penelitiannya hanya 1 desa, menurut saya akan lebih baik jika semua petani kelapa sawit plasma dan petani swadaya dijadikan responden, atau dengan istilah total sampling (seluruh populasi menjadi sampel penelitian). Namun jika dirasakan jumlahnya terlalu besar, sebelum mengambil sampel, harus memperhitungkan keragaman populasi. Jika dinilai homogin maka dapat langsung diambil sampel (dengan random) tapi jika heterogen harus dikelas-kelaskan atau diklasifikasikan atau distatra dahulu, baru kemudian diambil sampel.
    Data petani yang ada di desa tersebut berapa?

    BalasHapus
  25. pak, saya mahasiswa yg sedang menempuh mata kuliah skripsi.bisakah bapak kasih saya referensi mengenai purposive random sampling.soalnya saya susah dapat referensi tentang itu.trima kasih pak...

    BalasHapus
  26. Untuk purposive random sampling, salah satunya bisa dibaca bukunya Suharsimi Arikunto

    BalasHapus
  27. Pak Slamet, saya sedang melakukan penelitian tentang pekerja migran ilegal dari luar negeri yang kembali ke Indonesia. Jumlah mereka di luar negeri (populasi) tidak diketahui seberapa banyak untuk dijadikan kerangka sampel (infinite population). Berapa jumlah sampel yang harus saya kumpulkan?

    BalasHapus
  28. Pak Slamet, saya sedang melakukan penelitian tentang pekerja migran ilegal dari negara tetangga yang pulang ke Indonesia. Jumlah mereka di negara tersebut (jumlah populasi) yang akan digunakan sebagai kerangka sampel tidak diketahui (infinite population). Oleh karena itu, berapa jumlah sampel yang harus saya kumpulkan?

    BalasHapus
  29. Untuk penelitian pekerja migran ilegal, menurut saya lebih baik memakai memakai metode snowball sampling. Untuk jumlah sampel, tergantung kecukupan informasi yang diperoleh. Jika menurut peneliti informasi yang diperoleh masih kurang maka harus menambah sampel, namun jika sudah dianggap cukup maka pengambilan sampel berhenti. Tolong baca metode Snowball Sampling

    BalasHapus
  30. pak mw nanya.....
    populasi saya seluruh kota bagaimana saya menentukan sampel na?
    dan klo saya menarik 100 orang responden
    rumus yg d gunakan untuk mendapat 100 orang responden itu bagaimana?
    dan rumus na gmana?

    BalasHapus
  31. To dabob_04, sebelumnya aku sarankan untuk hati-hati menentukan populasi. jangan langsung populasi seluruh kota, harus dilihat tema penelitiannya apa dulu dan sasarannya siapa. Masa seluruh kota? Tolong di email aja judul, tujuan penelitian, dan metode penelitiannya.
    Email: ssantoso_0219@yahoo.co.id
    Aku tunggu

    BalasHapus
  32. pak kalau misalya populasinya tidak diketahui gimana cara menentukan samplenya?

    BalasHapus
  33. Kalau populasinya tidak diketahui, pengambilan sampelnya mepakai metode tidak acak. Bisa menggunakan purposive, snowball, dll.
    Maaf tidak bisa menjelaskan secara rinci, karena informasinya sangat simpel. Trims

    BalasHapus
  34. Saya mahasiswi yang akan melakukan penelitian, saya mau nanya ttg total sampling, teknik itu tergolong yang mana ya pak?? penelitian apa saja yang boleh memakai teknik total sampling? apakah setiap jumlah populasi yg kecil selalu memakai teknik ini? dan apakah mempengaruhi validitas penelitian?kebetulan populasinya sekaligus sampel yang saya pakai cuma 21 pak... mohon bantuan penjelasannya ya pak..terima kasi...

    BalasHapus
  35. rencananya sy akan menyebarkn kuisioner di kntor pajak. populasi yg sy ambil adlah kntor pajak d kota X dan semuanya ada 6 kantor, tetapi yg ingin sy jadikan sampel hanya 5 kantor saja, karena yg 1 kantor itu jauh dari tempat tgl sya,
    pertanyaan:
    1). menurut bpk sya harus menggunakan nonprobabilitas atau probabilitas?? dan saya harus menggunakan katagori yg mn??
    dan tlg berikan alasan mengapa menggunakan non probblitas / probabltas?
    2). kira2 brp jumlah sampel yg hrus sy ambil? karena sy tdk mndptkan sumber mengenai jumlah seluruh populasi?
    3) apakah pengmbilan jumlah sampel akan mempengaruhi hasil penelitian?

    terima kasih

    BalasHapus
  36. To Ratna, kalau kantor itukan lokasi penelitian bukan populasi. Mohon dipikir kembali, siapa populasi penelitian (bisa diperoleh data jumlahnya atau tidak), baru setelah itu tentukan sampel penelitiannya. Jelas banget jumlah sampel mempengaruhi hasil penelitian.
    Lebih baik lewat e-mail saja, biar bisa menjelaskan secara rinci. Trima kasih.

    BalasHapus
  37. To Anonim (masalah total sampling), Mohon memakai identitas dan pertanyaan yang komplit. Penelitian masalah apa dan populasinya siapa, baru setelah itu menentukan sampelnya. Kalau panjang lewat e-mail saja. trims

    BalasHapus
  38. bapak mau nanya,,
    kalo populasinya remaja putri trs diambil kelas 5 SD aja sekitar 21 orang pake teknik yg paling baik pake apa?apakah total sampling?

    BalasHapus
  39. Mohon maaf, informasinya terlalu singkat. Mengapa diambil kelas 5 SD? mengapa tidak semua kelas? Masalah dan tujuan penelitiannya apa? Jadi sebelum menentukan teknik pengambilan sampel harus jelas dahulu. Silahkah di email ke ssantoso_0219@yahoo.co.id. trima kasih

    BalasHapus
  40. mohon bantuannya ya.. saya sdh krim prtanyaan k email bapak..
    trima kasih byk sblmnya :)

    BalasHapus
  41. infonya bagus sekali, pasti anda akan semakin pintar dengan berbagi.

    Saya sedang melakukan penelitian thd TKI di wilayah Bali, populasinya seluruh TKI yg berasal dr Bali, metode sampling yg tepat apa ya pak ? apakah populasi itu sudah homogen ?

    salam
    Ayu

    BalasHapus
  42. To Ayu di Bali, mohon pertanyaan libih rinci dan lebih baik lewat email. Email aku : ssantoso_0219@yahoo.co.id

    BalasHapus
  43. Pak, bagaimana menentukan jumlah sampel yang menggunakan teknik aksidental sampling?saya melakukan peneliitian dengan responden adalah pengunjung suatu tempat wisata, namun kendalanya adalah waktu yng sangat terbatas
    terima kasih ditunggu jawaban Anda

    BalasHapus
  44. To Anonim. Tentukan jangka waktu untuk penggalian data, misalnya tanggal berapa sampai berapa, kemudian lakukan penggalian data. Jumlah sampel bisa ditentukan mulai awal atau jumlahnya berdasarkan jangka waktu penggalian data tersebut.

    BalasHapus
  45. pak saya sudah kirim email dgn id tieta_08 , mohon segera di jawab, terimakasih

    BalasHapus
  46. bapak, saya sedang menyusun proposal.. sdang bingung, ada proposal kakak tingkat yg sejenis dengan miliki saja, kakak tingkat saya menggunakan teknik sampling "total sampling". kalau total sampling, kan semua populasi dijadikan sampel(g ada sampel),
    masih ngitung besar sampel juga kakak saya itu pak..saya jadi bingung. mohon pencerahannya y pak. trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. To Yanie, Kalau memakai total sampling berarti seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Kalau kurang jelas tolong e-mail saja, jangan lupa judul, tujuan, hipotesis, variabel penelitiannya apa.

      Hapus
  47. pak, saya mau tanya bagai mana menentukan berapa jumlah sampel jika jumlah populasi tidak di ketahui pasti, misalnya konsumen susu. karena kebanyakan rumus untuk menentukan jumlah sampel, jumlah populasinya harus di ketahui. trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau jumlah populasi tidak dapat diketahui, bisa menggunakan isidental sampling. Langkah 1 tentukan lokasi penelitian dan jangka waktu penggalian data (misalnya 2 minggu atau 1 bulan) termasuk waktunya (jam berapa sampai berapa) tergantung kecukupan data yang akan diperoleh. Setelah itu lakukan penggalian data sesuai jangka waktu dan waktu yang ditentukan.
      Tolong pelajari metode isidental sampling

      Hapus
  48. pak, sya melakukan penelitian ttg hubungan karakteritik ibu akseptor kb dgn penggunaan alat kontrasepsi…sya gunakan hanya data sekunder saja dengan populasi 386 orang….karena cma data sekunder apa bisa sya gunakan total sampling???
    klu bisa untuk sumbernya di buku apa??

    terima kasih sblmnya….

    BalasHapus
  49. pak, sya melakukan penelitian ttg hubungan karakteritik ibu akseptor kb dgn penggunaan alat kontrasepsi…sya gunakan hanya data sekunder saja dengan populasi 286 orang….karena cma data sekunder apa bisa sya gunakan total sampling???
    klu bisa untuk sumbernya di buku apa??

    terima kasih sblmnya….

    BalasHapus
    Balasan
    1. To Lian, bisa bahkan jika perlu wilayah penelitiannya diperluas karena datanya sekunder dan terlah tersedia
      Selamat mengerjakan semoga sukses

      Hapus
  50. salam kenal bapak Slamet Susanto saya seorang mahasiswa yang sedang menyusun KTI, saya masih belum paham mengenai total samping,.mohon informasinya kira2 ada syarat2 tertentu tidak untuk menggunkan total sampling,.jumlah populasinya sampai berapa bisa menggunakan total samping.
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. pada beberapa buku metode penelitian, jika jumlah populasinya dibawah 100 maka diambil semua sebagai sampel penelitian atau disebut dengan total sampling atau seluruh populasi menjadi sampel penelitian

      Hapus
  51. Siang Pak. Mohon bantuannya. rencananya saya akan meneliti mengenai tingkat kepercayaan warga jakarta terhadap online hotel review seperti trip advisor. bagaimana menurut Bapak baiknya teknik menentukan sampel dari ratusan warga jakarta ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya yang agak susah menentukan sample penelitiannya karena harus tau dahulu berapa jumlah orang yang menggunakan fasilitas online hotel review. Kalau tidak bisa, maka dapat menggunakan metode snowball, mencari orang yang benar2 menggunakan dan dari orang tersebut meminta informasi teman atau orang yang juga menggunakan fasilitas tersebut, dan terus sampai dikumpulkan sejumlah responden yang dianggap mencukupi

      Hapus
  52. asw pak, saya mw nanya saya dpt masalah dalam penelitian saya, saya meneliti lansia di panti werdha.pada saat proposal saya memakai tekhnik total sampling karena populasi saya hanya 100.pada saat penelitian sampel yg saya dapat di lapangan hanya 91 sampel tdk mencukupi 100 di karenakan ada 3 lansia yg mengalami gangguan jiwa dan yg 6 lansia mereka kembali ke keluarganya. namun dalamproposal saya, saya tdk mencantumkan kriteria inklus & eklus bgmn solusi permasalahan saya pak.mohon bantuannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Rosnia Nur
      Menurut saya tidak apa2 dan harus disampaikan secara jujur dalam penelitian. Misalnya penetapan sampel awal sebanyak 100 responden namun setelah penggalian data di lapangan ......... sehingga sampel penelitian menjadi 91 responden.
      Terus dilanjutkan...

      Hapus
  53. Ass Pak Slamet S,

    Saya mau tanya, saya sedang menyusun proposal skripsi. populasi nya perusahaan satu kawasan yang heterogen, teknik sampling purposive, bisakah itu digunakan, trus pemilihannya seperti apa, apa setelah di gabung berdasarkan jenisnya, saya ambil satu2 sampling atau saya ambil jenis yang homogen saja. terima kasih. devi

    BalasHapus
    Balasan
    1. mohon lebih jelas gambaran tentang lokasi penelitian dan obyeknya. Lebih baik kirim ke e-mail saja: ssantoso_0219@yahoo.co.id

      Hapus
  54. pak saya mw tanya perbedaan mendasar antara quota sama purposive sampling apa ya? soalnya saya bingung karna dua-duanya sama-sama menentukan...

    BalasHapus
  55. pak, saya berencana meneliti "pengaruh budaya organisasi, motivasi dan program pelatihan terhadap kepuasan kerja serta dampaknya terhadap kinerja penyiar di radio X" radio ini ada di 5 kota (jkt, bdg, medan, jogja, makassar) dgn total 42 penyiar, apakah saya hanya dapat menggunakan cara sensus? trims pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. To Gia. Karena hanya 42 penyiar radio maka semua penyiar radio tersebut dijadikan responden atau disebut dengan metode "total sampling"

      Hapus
  56. paak, saya meneliti "Aplikasi metode QFD pada peningkatan mutu yang berbasis harapan pelanggan pada produk AMDK di kab.Banyuwangi". nah, respondennya usia 20-50th atau dg kriteria terdidik. Lalu metode pengambilan data saya gmn ya pak dr populasi tersebut utk diambil sampelnya? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langkah meneliti khususnya menentukan sampel, perlu diketahui terlebih dahulu populasinya. Siapa saja yang menjadi populasi penelitian. Terkait penelitian tersebut siapa pelanggan produk AMDK, apakah semua menjadi populasi, apakah wilayahnya seluruh wilayah Kab Banyuwangi, apakah tidak terbagi menjadi wilayah kecamatan dan lain sebagainya. Baru setelah semua ok baru ditetapkan berapa sampel yang dibutuhkan

      Hapus
  57. pak, saya mau tanya, bagaimana menentukan sampel jika populasinya tidak diketahui,, selain menggunakan teknik non-probalitas sampling?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memakai teknik isidental sampling juga bisa, tergantung permasalahannya apa dan gambaran respondennya bagaimana

      Hapus
  58. maaf pak, mau tanya. jumlah sampel yang saya dapatkan 76 org, sedangkan jumlah populasinya kurang dari jumlah sampel. itu bagaimana pak? kira-kira dimana salahnya? dan teknik pengambilan sampel saya baiknya dengan cara apa?
    terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf... Kok aneh ya?? sampel itu bagian dari populasi, jadi jumlahnya sampel pasti lebih sedikit atau sama dengan jumlah populasi

      Hapus
  59. pak, kalo populasi saya hanya 69. bagaimana cara saya menentukan sampel nya? atau saya harus menggunakan teknik sensus? terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. baca referensi metode penelitian tentang "teknik total sampling"

      Hapus
  60. Assalamu"alaikum pak perkenalkan nama saya joko purnomo, saya mau meneliti tentang perokok dalam suatu kelurahan hambatan saya adalah jumlah perokok dikelurahan tempat penelitian saya tidak diketahui apakah tepat jika saya menggunakan teknik snowball sampling untuk menarik sampelnya ? indikasi kita merasa cukup untuk menarik sampel dengan teknik snowbal itu apa pak? ada landasan yang lebih kuat untuk ,menetukan jumlah sampelnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena respondennya belum diketahui dengan jelas, maka bisa menggunakan snowball, sehingga dari satu responden bisa menunjukkan atau merekomendasi responden yang kedua dst

      Hapus

DAFTAR PENGIKUT BLOG

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Nopember 2011

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Nopember 2011

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

  ©REYOG CITY. Template by Dicas Blogger.

TOPO