DISTRIBUSI FREKUENSI ( Materi I : Pengertian, Langkah Menyusun, dan Istilah )

Pengertian :
Data kuantitatif yang dikumpulkan dari lapangan (data mentah), nilainya tidak selalu sama atau seragam tetapi bervariasi dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain, misalnya data hasil produksi, data hasil penjualan, data tingkat konsumsi dan lain-lain. Jika data hasil pengamatan di lapangan mempunyai jumlah yang besar maka data mentah tersebut perlu diolah dengan cara meringkas data tersebut dan didistribusikan ke dalam kelas atau kategori.

Suatu tabel yang berisi susunan data yang terbagi ke dalam beberapa frekuensi kelas disebut Distribusi Frekuensi atau Tabel Frekuensi. Dengan disajikannya data dalam bentuk distribusi frekuensi maka akan memudahkan bagi pihak yang berkepentingan terhadap data tersebut untuk melakukan analisis data, dibandingkan jika data yang disajikan masih berupa data mentah dan dalam jumlah yang banyak.

Langkah-Langkah Menyusun Distribusi Frekuensi:
Menentukan Jumlah Kelas : untuk menentukan jumlah kelas dapat digunakan “Rumus Sturge”, yaitu : K = 1 + 3,322 log N ; dimana K adalah jumlah kelas dan N adalah jumlah data
Mencarai Nilai Range : Range adalah jarak data terkecil sampai data terbesar atau selisih data terbesar dengan data terkecil.
Mencari Nilai Interval : Interval adalah panjang kelas yang nilainya diperoleh dari nilai range dibagi dengan nilai jumlah kelas.
Menentukan Kelas : Dalam menentukan kelas yang harus diperhatikan adalah bahwa semua data harus dapat masuk dalam kelas tersebut dan tidak boleh terdapat data yang tersisa atau tidak dapat masuk dalam kelas yang telah ditentukan.
Mencari Frekuensi Masing-Masing Kelas : Setelah data dapat masuk semua ke dalam kelas yang telah ditentukan maka langkah selanjutnya adalah menjumlahkan data masing-masing kelas atau disebut mencari frekuensi masing-masing kelas.

Istilah dalam Distribusi Frekuensi :
Tabel : Persediaan Beras (dalam kg) dari 50 Pedagang di kota “X’ tanggal 31 Desember

Persediaan Beras

Jumlah Pedagang (Fr)

90 – 99

2

100 – 109

20

110 – 119

13

120 – 129

7

130 – 139

6

140 – 149

2

Jumlah

50


Beberapa istilah di dalam distribusi frekuensi, berdasarkan tabel di atas, adalah :

Class Limit atau batas kelas dibagi menjadi dua, yaitu batas kelas atas dan batas kelas bawah. Batas kelas atas adalah 99, 109, 119, 129, 139 dan 149, sedangkan batas kelas bawah adalah 90, 100, 110, 120, 130 dan 140.
Class Boundary merupakan nilai pertengahan antara batas bawah suatu kelas dengan batas atas kelas sebelumnya atau nilai pertengahan antara batas atas suatu kelas dengan batas bawah kelas sesudahnya. Class Boundary dibagi menjadi dua, yaitu class boundary atas dan class boundary bawah. Class boundary atas kelas I sama dengan class boundary bawah kelas II, yaitu (99 + 100) / 2 = 99,5. Class boundary atas kelas III sama dengan class boundary bawah kelas IV, yaitu (119 + 120) / 2 = 119,5
Frekuensi adalah jumlah data masing-masing kelas, yaitu frekuensi kelas I = 2, kelas II = 20, kelas III = 13 dan seterusnya.
Class Mark adalah nilai pertengahan masing-masing kelas, yaitu class mark kelas I adalah (90 + 99) / 2 = 94,5, kelas IV adalah (120 + 129) / 2 = 124,5 dan lain sebagainya.
Class Interval adalah panjang masing-masing kelas, yaitu 10 (bukan 9) misalnya kelas I adalah 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97, 98, 99.

1 komentar:

  1. tolong di buatkan grafik distribusi dong mas. misalnya distribusi normal,grafiknya gimana.
    thanx b4

    BalasHapus

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

  ©REYOG CITY. Template by Dicas Blogger.

TOPO