MATERI VII : UJI HETEROSKEDASTISITAS

Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi liner kesalahan pengganggu (e) mempunyai varians yang sama atau tidak dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk menguji Heteroskedastisitas dapat diketahui dari nilai signifikan korelasi Rank Spearman antara masing-masing variabel independen dengan residualnya. Jika nilai signifikan lebih besar dari α (5%) maka tidak terdapat Heteroskedastisitas, dan sebaliknya jika lebih kecil dari α (5%) maka terdapat Heteroskedastisitas. Langkah untuk mendapatkan nilai residual adalah : pada tampilan Data View, pilih menu Transform dan klik Compute.




Pada kotak Compute Variable, bagian Target Variable ketik Residual dan pada bagian Numeric Expression ketik :

Y-(159483.909+(-0.199*X1)+(-40537.746*X2)+(65353.663*X3)+(4.800*X4)), kemudian klik OK.



Setelah proses tersebut selesai maka pada tampilan Data View akan bertambah satu kolom, yaitu kolom Residual, dan kemudian pada menu File klik Save atau langsung tombol Ctrl + S. Selanjutnya untuk proses mendapatkan nilai korelasi Rank Spearman adalah pilih menu Analyze, pilih submenu Correlate, dan klik Bivariate



Pada kotak Bivariate Correlations, pindahkan semua variabel independen dan residual ke Variables, kemudian untuk Correlation Coefficients hilangkan tanda centang pada Pearson dan beri tanda centang pada Spearman, kemudian klik OK.



Hasil pengolahan data dengan korelasi Rank Spearman tersebut adalah sebagai berikut :


Berdasarkan tersebut di atas, pada kolom Residual dapat dilihat bahwa nilai signifikan (Sig. (2-tailed)) masing masing variabel independen di atas 5% sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat Heteroskedastisitas pada model regresi linier.


47 komentar:

  1. rumus yg diketik d.numeric expression itu dapet dr mana??

    BalasHapus
  2. Rumus tersebut diperoleh dari materi sebelumnya (lihat Materi IV) yang sudah dimodifikasi untuk kebutuhan pengujian hiteroskedastisitas

    BalasHapus
  3. sy mau tanya, kalo cuma ada 1 variabel dependen apa bisa dilaksanakan uji heteroskedastisitas?
    trima kasih...

    BalasHapus
  4. pak santoso nama saya anifa
    saya mau tanya
    saya mengetikkan persamaan regresi seperti di atas dalam kolom numeric expressions tapi tidak berhasil, muncul dialog box bertuliskan incorrect variable name: either the name is more than 64 characters, or it is not defined by a previous command, kira-kira kenapa ya pak ?
    apakah ada metode lain untuk mencari residual pak ?
    terima kasih

    BalasHapus
  5. To Lisa, memang untuk 1 variabel dependen. Mungkin salah persepsi, apa yg dimaksud hanya 1 variabel independen?

    BalasHapus
  6. To Anifa, kalau muncul itu berarti terjadi kesalahan dalam penulisan atau pengetikan di numeric expressions. Jadi langkahnya dibuat persamaannya dahulu, trus dimodifikasi dan dimasukkan ke kolom numeric expressions, jgn sampai keliru, misalnya tanda titik atau koma, dll. Kalau masih belum bisa, coba diemail ke saya, Insya Allah akan saya bantu.

    BalasHapus
  7. pak santoso terima kasih banyak atas penjelasannya

    BalasHapus
  8. asalamualaikum pak Santoso,,nama saya kurniawan. pak saya mau nanya.

    penelitian saya berjudul "pengaruh CAR(x1) dan FDR(x2) terhadap ROA(y)"..

    Hasil statistik spearmen dgn spss 17.0 yaitu:
    -sig.2tailed X1 terhadap y lebih besar dari 5% (0,05).
    -sig.2tailed X2 terhadap y lebih besar dari 5%(0,05).
    -sig.2tailed X1 terhadap X2 lebih kecil dari 5% (0,05).
    yang ingin saya tanyakan adalah sig.2tailed X1 terhadap X2 lebih kecil dari 5% (0,05) apakah terjadi heterokedaktisitas ?? sedangkan dalam penelitian saya tidak membahas pengaruh X1(variabel bebas) terhadap X2(variabel bebas)... jika terjadi heterokedaktisitas apa yang harus saya lakukan?? sebelumnya terima kasih pak.

    BalasHapus
  9. To kurniawan, kalau sekilas saya lihat hasilnya, itu terjadi multikolonearitas (bukan heteroskedastisitas)dengan ciri pengaruh X1 thd Y dan X2 thd Y tidak signifikan, tetapi pengaruh X1 thd X2 signifikan. Tolong dibaca tentang multikolonearitas. Semoga sukses

    BalasHapus
  10. Pak santoso, tetapi berdasarkan perhitungan melalui spss 17 nilai VIF pada variabel bebas saya tidak lebih dari 5... nilai VIF variabel bebasnya yaitu 1,178.. yaitu VIF 1.178 ≤ 5,00 sehingga diperoleh kesimpulan bahwa Ho ditolak yang artinya dalam persamaan regresi ini tidak terdapat korelasi antar variable independen.
    Sehingga tidak terjadi multikolinearitas.

    dari hasil uji statistik seperti itu apakah model yg saya pakai itu layak atau tidak pak?? sebelumnya terimakasih atas jawabannya.

    BalasHapus
  11. To Kurniawan, jika X1 mempunyai pengaruh thd X2, X1 dan X2 tidak berpengaruh thd Y, dan R square biasanya besar itu tanda terjadi multikolonearitas. Supaya lebih lengkap datanya dan saya bisa mencermari tolong kirim ke email saya saja ssantoso_0219@yahoo.co.id. Saya tunggu

    BalasHapus
  12. pak santoso datanya sudah saya kirim pak. mohon bantuannya pak. sebelumnya saya ucapkan terimakasih pak.

    BalasHapus
  13. Assalamualaikum wr.wb,,
    Pak Santoso,nama saya Diah, saya mau tanya,,
    Kalo dalam penelitian saya dilihat dari grafik scatterplot, polanya mengumpul (tidak menyebar)apakah itu bisa dinamakan tidak terjadi heteroskedastisitas yang berarti bahwa model regresi saya tidak baik?
    Lalu bagaimana cara agar dapat terjadi heterosiditas?

    BalasHapus
  14. To Diah, syarat agar persamaan regresi itu baik (selain dilakukan uji hipotesis) maka perlu diuji penyimpangan asumsi klasik. Salah satu penyimpangan asumsi klasi itu adalah Heteroskedastisitas. Jika terjadi heteroskedastisitas maka persamaan tidak baik dan sebaliknya jika tidak terjadi maka persamaan tersebut baik. Jadi jangan sampai terbalik ya...

    BalasHapus
  15. Pak santoso, saya siska.
    saya mau tanya: saya melakukan penelitian kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan dan sedang pengujian hetero.
    Sudah saya ketikan persamaan seperti diatas tapi muncul dialog box bertuliskan incorrect variable name: either the name is more than 64 characters, or it is not defined by a previous command..
    sudah saya lihat untuk tanda titik maupun koma dan tidak ada kesalahan.. kira-kira kenapa yaa??
    - terima kasih -

    BalasHapus
  16. Selamat sore, setelkah saya baca, rumus yang ada di kotak, Numeric Ekspres... adalah hasil persamaan regresi yang diperoleh juga melalui regresi linier berganda. Jadi tidak semua masalah/data dapat diuji dengan persamaan tersebut.

    BalasHapus
  17. To Siska, mungkin masih kamu kasih spasi atau penamaan variabelnya kurang sesuai dengan data.

    BalasHapus
  18. To Gosen, untuk rumus di numeric exprestion digunakan untuk menemukan nilai residual dan nantinya akan digunakan untuk uji heteroskedastisitas

    BalasHapus
  19. Pak, kalo mau ngecek heteroskedastisitas pake uji cusumq gimana ya prosedurnya? Trims...

    BalasHapus
  20. Mohon maaf saya belum mendalami dan menggunakan uji dimaksud. Terima kasih

    BalasHapus
  21. Pak, apa rumus di atas bisa di pakai untuk penelitian yg menggunakan variabel moderating?

    BalasHapus
  22. Pak, kalo mau ngecek pake uji Park, uji Glejser, uji White, uji Goldfeld–Quandt, dan uji homogenitas varians Bartlett prosedurnya gmn?Apa perlu software tertentu seperti SPSS/MINITAB?
    Atau mungkin harus dicari manual?
    Mohon pencerahannya pak. Terimakasih....

    BalasHapus
  23. Ti Hariz, semua tergantung kerangka berfikir dan tujuan penelitian, serta metode analisis datanya

    BalasHapus
  24. Mau tanya pak santoso, mengapa menggunakan data residual dan menggunakan metode spearman ??

    spearman kan untuk non-parametrik.

    pearson untuk paramterik.

    apakah sesuai untuk menggunakan data residual sebagai pengukur terdapat masalah heterokedastisitas atau tidak ??

    BalasHapus
  25. mau tanya pak, model uji hetero ada mcm2 spt Lm,glejser,dll. jika kita melakukan uji dengan salah satu model dan hsilnya terkena hetero, apakah kita akan dpt hasil yg serupa jika menggunakan model yg lain? trmksh penjelasannya.....

    BalasHapus
  26. Mohon maaf, saya belum bisa memastikan karena memang harus diuji dengan menggunakan model yang berbeda. Karena bisa jadi model yang kita ajukan dalam penelitian tidak atau kurang tepat.

    BalasHapus
  27. Selamat siang pak,,, mau tanya angka2 yang kita ketik pada 'Numeric Expression', dapat darimana? bagaimana cara perhitungannya?
    Mohon di reply via email kataqoe@gmail.com
    Mohon bantuannya. Terima kasih.

    BalasHapus
  28. Terima kasih pak, materi ini sangat membantu pemahaman saya tentang uji heroskedastisitas :)

    BalasHapus
  29. pak.. uji park itu apakah untuk nonparametrik saja?
    klo untuk parametrik bisa?

    BalasHapus
  30. salam kenal Bapak... saya Rizki
    yg ingin saya tanyakan, bolehkah uji rank spearman digunakan untuk melakukan uji heteroskedastisitas dg data rasio & nominal?

    untuk uji rank spearman nya apa variabel yg dimasukkan ke dalam menu SPSS itu variabel independen dan residualnya?
    terima kasih..

    BalasHapus
  31. To Rizki, iya tapi yang penting memasukkan rumusnya harus benar. Selamat mengerjakan... Kalau masih bingung kirim ke e-mail aku: ssantoso_0219@yahoo.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. ne ria pak,,,
      ada ga rumus manual tuk uji ini pak,,, tanpa menggunakan spss,,,???

      Hapus
  32. pak bedanya 1 tailed ma 2 tailed apa yah???

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1 tailed uji hipotesis 1 arah (terbagi 1 arah positif dan 1 arah negatif), sedangkan untuk 2 tailed adalah uji hipotesis du arah (positif-negatif)

      Hapus
  33. pa, jika terjadi heteros maka akibatnya apa? mohon penjelasan yg lebih jelas pa karna saya benar-benar tidak paham maksud dari pengujian ini, mengapa tidaj boleh terjadi heteros? terima kasih

    BalasHapus
  34. Mbak Hera, istilah paling gampang dalam analisis regresi linier berganda tidak diperbolehkan ada pengaruh dari variabel independen (X) terhadap variabel pengganggu (E)

    BalasHapus
  35. Siang Pak. saya mau menanyakan. Setelah melakukan uji heteroskedastisitas, hasilnya terdapat 1 variabel yang terjadi heteros. lalu perlakuannya harus bagaimana ya agar hasilnya bisa benar? terima kasih. :)

    BalasHapus
  36. Mbak Cynthia,
    pertama kali coba dilihat data dan persamaan yang diajukan, apakah sudah sesuai dengan permasalahan dan teori yang digunakan.
    Jika semua sudah benar dan sesuai tetapi masih terdapat 1 variabel yang terjadi heteroskedastisitas langkah terakhirnya dihilangkan variabel tersebut.
    Semua proses yang dilakukan harus dijelaskan di dlam penelitian, mulai proses terdapat heteroskedastisitas sampai menghilangkannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Pak.. :)

      Hapus
  37. mas slamet..
    kl menggunakan uji Breusch pagan bagaimana tahapannya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf, baca buku Eonometrika Damodar Gujarati atau Imam Ghozali

      Hapus
  38. selamat malam pak, saya mau tanya apakah pada model regresi linier sederhana perlu dilakukan uji heteroskedastisitas sedangkan uji korelasi sudah cukup?

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, tidak perlu dilakukan uji heteroskedastisitas

      Hapus
  39. selamat malam pak, saya mau tanya untuk uji heteroskedastisitas dengan korelasi spearman ini sumbernya dari buku apa ya ?

    BalasHapus
  40. selamat malam pak, saya ingin tanya untuk uji Heteroskedastisitas dengan korelasi Rank Spearman itu sumbernya dari buku apa ya pak ?

    BalasHapus
  41. siang pak santoso saya mw bertanya, beda pemakaian uji glejser dan uji scatterplot apa ? karena sblmnya sy meneliti dgn uji scatterplot data saya kacau(titik tidak beraturan) dan sy disarankan teman gunakan uji glejser dan tidak ada masalah dengan gambar titiknya dan hasil tidak terjadi heteroskedastisitas. thx for the answer

    BalasHapus
  42. siang pak santoso saya mw bertanya, beda pemakaian uji glejser dan uji scatterplot apa ? karena sblmnya sy meneliti dgn uji scatterplot data saya kacau(titik tidak beraturan) dan sy disarankan teman gunakan uji glejser dan tidak ada masalah dengan gambar titiknya dan hasil tidak terjadi heteroskedastisitas. thx for the answer

    BalasHapus

DAFTAR PENGIKUT BLOG

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Nopember 2011

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Nopember 2011

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

  ©REYOG CITY. Template by Dicas Blogger.

TOPO