MATERI IX : TEORI PENGUJIAN HIPOTESIS 2

Pengujian hipotesis dapat dilakukan untuk menguji perbedaan, yaitu uji beda rata-rata dan uji beda proporsi. Uji beda rata-rata dibagi menjadi empat bagian, yaitu uji beda satu rata-rata sampel kecil (sampel >= 30), uji beda dua rata-rata sampel kecil (sampel >= 30). Sedangkan uji beda proporsi dibagi menjadi dua bagian, yaitu uji beda satu proporsi dan uji beda dua proporsi.
Pembagian uji beda tersebut di atas, dapat dipetakan sebagai berikut :




23 komentar:

  1. pak,,, bisa jelasin gak perbedaan taraf signifikan 5% dan 1%?trus knpa penelitian byk gunain yang 5%?makasih ya ..."

    penelitian saya kan menggunakan analisis regresi...saya menggunakan taraf signifikan 5% krna melihat contoh penelitian sblmnya. nah, tapi saya bingung kenapa mesti 5% bukan 1%. tolong dijelaskan ya pak...terimakasih...
    mohon jawabnya....

    BalasHapus
  2. To: Aishiteru. Besarnya taraf signifikan tergantung pada keyakinan kebenaran peneliti ketika akan melakukan sebuah penelitian. Jika peneliti yakin bahwa penelitian yang akan dilakukan benar (hipotesis diterima) sebesar 95% maka tingkat signifikan atau kesalahannya sebesar 5%. Untuk memperbesar keyakinan antara lain tergantung : luas wilayah penelitian, besarnya sampel yang diambil, banyaknya kajian pustaka yang dilakukan, dll. Intinya tingkat signifikan yang digunakan sebesar 5% atau 1% tergantung si peneliti, namun biasanya digunakan 5% (umumnya).

    BalasHapus
  3. klo mo uji proporsi di spss gimana caranya ya?

    BalasHapus
  4. Pada dasarnya untuk menguji dengan SPSS adalah sama, yang membedakan adalah data mentahnya. Kalau uji proporsi data mentahnya dalam bentuk prosentase, terus masuk ke SPSS pilih uji beda

    BalasHapus
  5. saya risma, mahasiswa universitas pendidikan indonesia. ada yang saya ingin tanyakan.

    apakah sebelum diuji hipotesisnya, harus ada uji normalitas dan homogenitas juga pak?

    saya diminta oleh pembimbing dosen saya untuk melakukan uji hipotesis perbedaan dua rata2 untuk mengetahui efektivitas dari model yang sy gunakan dalam skripsi saya.

    BalasHapus
  6. To Risma, langkah yang bener ya seperti itu. Sebelum uji hipotesis perlu memastikan dulu distribusinya normal apa tidak. Setelah itu baru dilakukan uji beda 2 rata-rata. Selamat mengerjakan skripsi, semoga lancar dan sukses

    BalasHapus
  7. Pak, bedanya uji rata-rata sama uji proporsi itu apa ya..? di proposal penelitian, temen sy mnggunakan uji beda rata-rata proporsi.. itu lain lagi ya Pak?
    mohon penjelasannya.. terima kasih.

    BalasHapus
  8. Pak, jika terdapat ukuran sampel yang besar pada masing-masing kelompok yang akan diuji beda, apakah akan menjadi masalah?
    terima kasih atas jawabannya..

    BalasHapus
  9. Insya Allah tidak menjadi masalah, cuma perlu berulang-ulang dan analisisnya menjadi banyak. Semoga sukses

    BalasHapus
  10. pak..seperti telah diungkapkan sebelumnya jika pada umumnya peneliti menggunakan taraf sign 5%..kebetulan dosen pembimbing saya menanyakan knapa menggunakan sign 5% ?terimakasih pak

    BalasHapus
  11. Mas Ady, untuk menjelaskan agak panjang, kirim aja email ke ssantoso_0219@yahoo.co.id Aku tunggu

    BalasHapus
  12. umumnya untuk penelitian di bidang ilmu pendidikan menggunakan t.s. 0,05 (5%) atau 0,01 (1), sedangkan untuk penelitian obat-obatan yang resikonya menyangkut jiwa manusia, digunakan 0,005 atau 0,001, bahkan mungkin 0,0001 (Arikunto, 2002:69)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul dan setuju banget.... terima kasih

      Hapus
  13. Umumnya untuk penelitian di bidang ilmu pendidikan menggunakan t.s. 0,05 (5%) atau 0,01 (1%), sedangkan untuk penelitian obat-obatan yang resikonya menyangkut jiwa manusia, digunakan 0,005 atau 0,001, bahkan mungkin 0,0001 (Arikunto, 2002:69)

    BalasHapus
  14. pak,mau nanya beda tes satu sisi ama dua sisi apa y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sederhananya.
      Uji satu arah: jika sudah diketahui arahnya, maksudnya lebih besar atau lebih kecil
      Uji dua arah: jika belum diketahui arahnya, bisa lebih besar bida lebih kecil

      Hapus
  15. Pak, apabila dalam kalimat soal beda dua rata - rata, ada kalimat lebih baik, itu hipotesis nol dan alternativenya seperti apa ya pak...?
    terima kasih sebelumnya pak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho: Rata2 A sama saja dengan Rata2 B atau Tidak ada beda Rata2 antara A dengan B
      Ha: Rata2 A lebih baik dari pada Rata2 B

      Hapus
  16. pak mau tanya, jika pada umumnya penelitian pendidikan menggunakan taraf sign 5%.
    trs alasannya knp memakai taraf sign 5% pak?
    terimakasih atas penjelasannya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. taraf signifikan 5% itu adalah, bahwa dalam penelitian tersebut tingkat keyakinan benar sebesar 95% dan keyakinan salah 5% atau alpha 5% atau tingkat signifikan 5%.
      untuk menetapkan besarnya tingkat signifikan tergantung antara lain ruang lingkup penelitian, jumlah sample, dan jumlah variabel.
      lokasi penelitian yang luas, jumlah sampel yang tidak banyak dan jumlah variabel yang diteliti tidak banyak maka akan menyebabkan tingkat kesalahan (alpha) semakin besar

      Hapus
  17. Pak, mau tanya... apa artinya jika suatu hipotesis alternatif diterima dengan taraf signifikansi alpha 5% ?

    BalasHapus
  18. Mas Slamet mau tanya.
    jika saya memilih taraf Sig. 10% (0.10), penjelasannya gimana ??
    umum yang digunakan 0.05.

    BalasHapus
  19. dalam penelitian terdapat dua kepercayaan, percaya benar dan percaya salah. tingkat kepercayaan benar ditambah salah itu bernilai 100%. penelitian yan baik jika tingkat kebenarannya besar dan tingkat kesalahannya kecil. jika tingkat kebenarannya 95% maka tingkat kesalahannya 5%. Tingkat kesalahan sama dengan tingkat signifikan atau disimbulkan alpha

    BalasHapus

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit UNMUH Ponorogo Press Bulan Juli 2015

Penerbit UNMUH Ponorogo Press Bulan Juli 2015

  ©REYOG CITY. Template by Dicas Blogger.

TOPO