ANALISIS PERBEDAAN JENIS KELAMIN TERHADAP PENGALAMAN ORGANISASI, EVALUASI KINERJA, DAN HASIL KARIR

Oleh : Choirul Hamidah (Prodi Ekonomi Pembangunan FE-UMP)

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jenis kelamin terhadap pengalaman organisasi, evaluasi kinerja, dan hasil karir dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode analisis data menggunakan Analisys of Variance. Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel pengalaman organisasi dan variabel evaluasi kinerja terdapat perbedaan yang signifikan antara dosen wanita dan dosen pria. Sedangkan variabel hasil karir tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara dosen wanita dengan dosen pria.
Kata Kunci: Jenis Kelamin, Pengalaman Organisasi, Evaluasi Kinerja, Hasil Karir

PENDAHULUAN
Meningkatnya jumlah wanita yang memasuki dunia kerja dalam beberapa tahun terakhir mempengaruhi manajemen dalam pengelolaan keragaman tenaga kerja. Pada sebagian besar organisasi ternyata perbedaan jenis kelamin masih mempengaruhi kesempatan (opportunity) dan kekuasaan (power) dalam suatu organisasi. Sebenarnya di semua negara di dunia, proporsi wanita yang memegang pekerjaan-pekerjaan manajemen lebih sedikit dibandingkan proporsi pria. Istilah glass ceiling (atap kaca) digunakan untuk menguraikan situasi dimana wanita gagal untuk maju ke posisi manajemen puncak. Wanita menempuh langkah yang pelan tetapi mantap ke dalam manajemen dan kelompok eksekutif (Malthis, et.al.; 2006). Satu pendekatan untuk mendobrak glass ceiling tersebut adalah pembimbingan. Sebagian besar literatur mengenai wanita yang sukses, menyarankan bahwa mendobrak glass ceiling membutuhkan adanya pengembangan pengalaman politik, pembangunan kredibilitas, perbaikan gaya manajemen, dan pemikulan tanggung jawab. Studi-studi penelitian menemukan bahwa wanita biasanya memiliki nilai yang tinggi dalam ketrampilan yang dibutuhkan untuk berhasil, dimana kerja sama tim dan bekerja berpasangan adalah penting (Malthis, at.al.; 2006).
Kesetaraaan kesempatan dalam pekerjaan (Equal employment opportunity) adalah sebuah konsep luas yang menganggap bahwa individu harus mendapatkan perlakuan yang setara dalam semua tindakan yang berhubungan dengan pekerjaan. Individu yang dilindungi dibawah hukum kesetaraan dalam pekerjaan dilindungi dari diskriminasi ilegal (Malthis, at.al.;2006). Selanjutnya menurut Robbins (2006), hal yang terbaik untuk memulai adalah dengan pengakuan bahwa hanya sedikit perbedaan penting (jika ada) antara pria dan wanita yang akan mempengaruhi kinerja mereka. Misalnya, tidak ada perbedan yang konsisten pada pria dan wanita dalam memecahkan masalah, ketrampilan analisis, pendorong persaingan, motivasi, sosiabilitas, atau kemampuan belajar. Penelitian-penelitian psikologis menunjukkan bahwa wanita lebih bersedia untuk mematuhi wewenang sedangkan pria lebih agresif dan berkemungkinan lebih besar untuk memiliki harapan atas keberhasilan daripada wanita, namun perbedaan perbedan itu tidak besar.

Robbins (2006) juga menyebutkan bahwa perbedaan antara pria dan wanita dalam kepribadian terwujud pada reaksi emosional dan kemampuan membaca orang lain. Wanita menunjukkan ungkapan emosi yang lebih besar daripada pria, mereka mengalami emosi lebih hebat, mereka lebih sering menampilkan ekspresi dari emosi baik yang positif maupun negatif, kecuali kemarahan. Wanita lebih baik dalam membaca isyarat-isyarat nonverbal dan paralinguistik dibanding pria. Pria diajarkan untuk berani, maka mereka harus menunjukkan emosi yang sesuai dengan citra ini, sedangkan wanita disosialisasikan sebagai pengasuh, sehingga lebih hangat dan ramah.
Satu isu yang tampaknya dapat membedakan dalam hal jenis kelamin yang sering disebut dalam literatur khususnya saat karyawan sedang hamil atau memiliki anak-anak berusia pra sekolah adalah pemilihan jam kerja. Ibu-ibu yang bekerja berkemungkinan lebih besar untuk memilih pekerjaan paruh waktu, jadwal kerja yang fleksibel, dan menyelesaikan pekerjan kantor di rumah agar bisa memenuhi tanggung jawab mereka terhadap keluarga.
Beberapa gambaran mengenai perbedaan antara pria dan wanita pada halangan komunikasi lisan, reaksi emosional, dan besarnya tanggung jawab wanita dalam keluarga, memberikan landasan pemikiran yang sangat penting pada penelitian ini. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini berhubungan dengan reposisi antara dosen pria dan dosen wanita dalam perjalanan karirnya. Peneliti akan menganalisis apakah antara dosen pria dan dosen wanita memiliki perbedaan persepsi pada aspek-aspek pengalaman organisasi, aspek aspek evaluasi kinerja dan hasil karir yang dicapainya.
Penelitian mengenai pengaruh gender dalam pengalaman organisasi, Evaluasi terhadap kinerja, dan hasil karir ditulis oleh Kuntari dan Kusuma (2001) dengan menggunakan responden pada kantor akuntan publik yang berukuran besar di Indonesia yang berafiliasi dengan kantor akuntan asing. Pertimbangannya adalah pada kantor tersebut terdapat jenjang karir yang jelas serta adanya evaluasi kinerja pada karyawannya. Penelitian Kuntari dan Kusuma merupakan penelitian yang dimodifikasi dari penelitian Greenhause (1990), yang meneliti pengaruh ras terhadap pengalaman organisasi, evaluasi terhadap kinerja dan hasil karir dalam suatu organisasi. Hasil analisa data menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengalaman organisasi, evaluasi kinerja, dan hasil karir auditor wanita dengan pria. Perbedaan yang signifikan ditemukan pada dua aspek yang diteliti, yaitu aspek penerimaan (acceptance), bahwa tingkat penerimaan auditor wanita lebih rendah di banding auditor pria. Aspek kedua adalah kepuasan karir menunjukkan perbedaan bahwa kepuasan karir auditor wanita lebih rendah daripada auditor pria. Penelitian Kuntari dan Kusuma ini juga dikembangkan dari penelitian Glenn, Taylor, dan Wlaver (1977) bahwa ada perbedaan kepuasan kerja di antara pria dan wanita. Untuk merasa puas dalam bekerja ternyata wanita memiliki hasil karir yang lebih rendah dibanding pria.
Penelitian ini dimaksudkan untuk membuat modifikasi dari penelitian Kuntari dan Kusuma, yaitu dengan menggunakan responden pada dosen di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dengan pertimbangan bahwa karir dosen untuk menempati jabatan struktural maupun jabatan akademik adalah jelas, serta memiliki tingkat otonomi yang tinggi dalam pekerjaannya. Fenomena yang cukup menarik untuk diteliti mengenai sumberdaya manusia di Universitas Muhammadiyah Ponorogo diantaranya adalah secara formal tidak ada perbedaan kesempatan dalam meningkatkan jenjang karir bagi dosen pria maupun dosen wanita, baik yang berstatus dosen tetap maupun dosen tidak tetap. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menempati jabatan struktural yang ada serta kesempatan yang sama dalam meningkatkan jabatan pada bidang akademik. Terbukti dari beberapa jabatan pada tingkat kedua, tingkat ketiga, atau dibawahnya cukup banyak ditempati oleh dosen tidak tetap, yang berarti dapat dikatakan tidak ada perbedaan kesempatan dalam karir bagi dosen wanita maupun dosen pria baik yang berstatus dosen tetap maupun dosen tidak tetap. Jabatan akademik tertinggi dari seluruh dosen yang ada di Universitas Muhammadiyah Ponorogo saat ini adalah Lektor Kepala. Sebagian dosen wanita yang memiliki jabatan struktural hanya menempati pada tingkat yang lebih rendah dengan jabatan akademik tertinggi adalah Lektor.
Mengacu pada uraian di atas, faktor jenis kelamin dapat saja berpengaruh terhadap karir dosen. Jika hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pada pengalaman organisasi, evaluasi terhadap kinerja, dan hasil karir antara dosen wanita dan dosen pria, maka harus diwaspadai apakah hal ini disebabkan oleh faktor individu, atau faktor dari dalam organisasi. Apabila faktor yang berpengaruh dari dalam diri dosen, maka diharapkan mereka dapat lebih meningkatkan sikap profesionalnya sehingga dia dapat menunjukkan kemampuannya agar tidak berbeda antara dosen wanita dengan dosen pria, yang pada akhirnya menghilangkan keraguan terhadap tanggung jawab yang lebih tinggi dalam pekerjaan. Jika perbedaan disebabkan karena faktor eksternal, seperti keraguan akan kemampuan seorang dosen, maka sebaiknya sikap ini segera dihilangkan karena antara dosen wanita maupun pria mempunyai kemampuan, hak, dan kewajiban yang sama.

METODE PENELITIAN
Penelitian yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini menggunakan pendekatan kuantitatif, sehingga akan dimunculkan variabel-variabel yang dikuantitatifkan. Hasil kualifikasi variabel dilakukan pengujian dengan menggunakan alat Uji Statistik. Sesuai dengan permasalahan dan variabel yang terkait, maka rancangan penelitian ini menggunakan Analisys of variance (ANOVA) disebabkan terdapat dua variabel dengan kombinasi, yaitu satu interval dan yang satu nominal, sedangkan dependen variabelnya berskala interval. Ruang lingkup penelitian ini adalah pengalaman organisasi, evaluasi terhadap kinerja, dan hasil karir menurut persepsi dosen wanita dibandingkan dosen pria di Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Berdasarkan permasalahan dalam penelitian, maka dapat dirumuskan definisi operasional dan identifikasi variabel sebagai berikut: 1) Pengalaman Organisasi (Y1) adalah fasilitas yang pernah dinikmati oleh dosen dalam rangka pengembangan karir. Terdapat lima aspek pengalaman organisasi yang diukur, yaitu : Hubungan dengan Pimpinan, Otonomi Pekerjaan, Dukungan Atasan, Partisipasi dalam Strategi Karir, dan Penerimaan atau acceptance; 2) Evaluasi kinerja (Y2) adalah penilaian terhadap dosen atas pekerjaan yang dilakukannya. Indikator untuk Evaluasi kinerja diukur, yaitu: Pengajaran, Riset atau Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat; 3) Hasil Karir (Y3) adalah kemungkinan seorang dosen memperoleh jabatan akademik yang lebih tinggi dari jabatan sebelumnya serta kepuasan seorang dosen atas karir yang telah dicapainya sekarang. Indikator untuk Hasil Karir, yaitu: Prospek Karir dan Kepuasan Karir; dan 4) Gender (X), adalah penggolongan gramatikal terhadap kata benda yang secara garis besar berhubungan dengan dua jenis kelamin. Variabel ini merupakan variabel “dummy” yang penggolongannya dilakukan dengan memberi tanda 1 untuk wanita dan tanda 2 untuk pria.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Prosedur Oneway Anova atau sering disebut “perancangan sebuah factor” merupakan salah satu alat analisis statistik Analisis of Variance yang bersifat satu arah (satu jalur). Alat uji ini digunakan untuk menguji apakah dua populasi atau lebih yang independen memiliki rata rata yang dianggap sama atau tidak.Tehnik Analisis of Variance menguji variabilitas dari observasi masing masing group dan variabilitas antar mean group (Syahri Alimudin; 2002). Penelitian ini menganalisis perbedaan persepsi antara dosen wanita dan dosen pria di Universitas Muhammadiyah Ponorogo terhadap variabel Pengalaman Organisasi, Evaluasi Kinerja, dan Hasil Karir. Sebelum dilakukan Analisis of Variance terlebih dahulu dilakukan uji Levene Test atau Test of Homogenity of Variance untuk menentukan apakah kedua populasi memiliki varians yang sama. Jika Test of Homogenety of Variance menunjukkan hasil yang tidak signifikan, maka Analisis of Variance tidak dapat dilanjutkan. Kemudian ditampilkan Contrast Test yang menunjukkan nilai t hitung pada masing-masing variabel maupun indikator variabel.



KESIMPULAN
Berdasarkan analisis penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pertama, hasil Analisis of Variance (ANOVA) membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel Pengalaman Organisasi (Y1) antara dosen wanita dengan dosen pria di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Dari lima indikator variabel Pengalaman Organisasi, hanya indikator hubungan dengan pimpinan, indikator otonomi pekerjaan dan indikator penerimaan oleh rekan kerja yang memiliki perbedaan yang signifikan, yakni rata rata skor dosen wanita di Universitas Muhammadiyah lebih rendah dibanding dosen pria. Sedangkan pada indikator dukungan atasan, dan partisipasi dalam strategi karir tidak memiliki perbedaan yang berarti antara dosen wanita dan dosen pria di Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Kedua, hasil Analisis of Variance pada variabel Evaluasi Kinerja (Y2) membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara dosen wanita dengan dosen pria di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pada indikator pengajaran, dosen wanita memiliki rata-rata skor jawaban yang lebih tinggi dibanding dosen pria. Sedangkan pada indikator penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dosen pria memiliki skor rata rata yang lebih tinggi dibanding dosen wanita. Indikator Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat memiliki perbedaan yang signifikan, sedangkan pada indikator Pegajaran perbedaan tersebut tidak signifikan.
Ketiga, hasil Analisis of Variance pada variabel Hasil Karir (Y3) membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang berarti antara dosen wanita dengan dosen pria di Universitas Muhammadiyah Pnorogo. Persepsi terhadap prospek karir dan hasil karir antara dosen wanita dengan dosen pria adalah sama. Hal ini membuktikan bahwa harapan dan kepuasan karir adalah sama antara dosen wanita dengan dosen pria.
Keempat, apabila dibandingkan dengan penelitian sebelumnya terdapat beberapa perbedaan, yaitu pada variabel Pengalaman Organisasi dan Evaluasi Kinerja terdapat perbedaan yang signifikan, terutama ditunjukkan oleh perbedaan persepsi tentang hubungan dengan pimpinan, Otonomi Pekerjaan, dan penerimaan oleh rekan kerja. Sedangkan pada penelitian sebelumnya yang menggunakan responden akuntan publik ditemukan tidak terdapat perbedaan pada variabel Pengalaman Organisasi, hanya pada indikator Penerimaan oleh rekan kerja, skor wanita lebih rendah dibanding pria.
Kelima, pada variabel Evaluasi Kinerja ditemukan perbedaan yang berarti antara dosen wanita dengan dosen pria, terutama pada indikator Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat. Sedangkan pada penelitian sebelumnya variabel Evaluasi Kinerja tidak ditemukan perbedaan yang berarti antara akuntan publik wanita dengan akuntan publik pria.
Keenam, pada variabel Hasil Karir tidak terdapat perbedaan antara dosen wanita dan dosen pria. Sedangkan pada penelitian sebelumnya variabel Hasil Karir juga tidak terdapat perbedaan antara akuntan publik wanita dengan akuntan publik pria, hanya pada indikator kepuasan karir wanita yang lebih rendah dibanding pria. Jadi pada variabel Hasil Karir, hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian terdahulu.

DAFTAR PUSTAKA
Bacal, Robert, 2001, “Performance Management”, Alih Bahasa Surya Dharma dan Yanuar Irawan, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Burhan Bungin, 2005, “Metodologi Penelitian Kuantitatif”, Penerbit Prenada Media, Jakarta.
Fakih, M, 2004, “Analisis Gender dan Transformasi Sosial”, Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Greenhause, J.H, Parasuraman, S, dan Wormley, W.M, 1990, “Effects of race on organizational experiences, Job performance evaluation and career outcomes”, Academy of Management Journal, Volume 22.
Kuntari dan Kusuma, 2001, “Pengalaman Organisasi, Evaluasi terhadap Kinerja dan Hasil Karir pada Kantor Akuntan Publik : Pengujian Pengaruh Gender”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Universitas Gajah Mada,Yogyakarta.
Malthis, Robert L, Jackson, John H, 2000, “Human Resource Management”, Alih Bahasa Angelica, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Marjuni Rangkuti, Pujiati, Nasrah Parlindungan Lubis, 2001, “Pelibatan Wanita dalam Organisasi Media Cetak di Sumatera Utara”, Ringkasan Hasil Penelitian Studi Kajian Wanita 1997-2001, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas.
Partini, 2004, “Perlu Perda Khusus Dalam Masalah Pemberdayaan Perempuan”, Jurnal Berdaya Volume II.
Raymond, Hollenbeck, Gerhart, M, Wright, 2003, “Human Resource Management, International Edition”, Mc Graw-Hill Companies.
Robbins, 2006, “Organizational Behavior”, Alih Bahasa Drs. Benyamin Molan, PT. INDEKS Kelompok Gramedia, Jakarta.
Simamora, Henry, 2001, “Manajemen Sumber Daya Manusia”, Penerbit STIE YKPN, Cetakan ketiga, Yogyakarta.
Sulistyo Basuki, 2000,”Sumbangan Ilmuwan Wanita dalam Ilmu-Ilmu Sosial yang diterbitkan pada Majalah Ilmiah Indonesia”, Ringkasan Hasil Penelitian Studi Kajian Wanita. Penelitian Studi Kajian Wanita 1997-2001, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas.
Syahri Alimudin, 2002, “Aplikasi Statistik Praktis dengan SPSS for Windows”, J&J Learning, Yogyakarta.
Tri Hastuti Nur Rochimah, 2001,”Perspektif Gender dan Kebijakan Biro Iklan”, Ringkasan Hasil Penelitian Studi Kajian Wanita. Penelitian Studi Kajian Wanita 1997-2001, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas.
Tukiran, Pande M Kutanegara, Agus Joko Pitoyo, M Syahbudin Latief, 2007, “Sumber Daya Manusia dan Tantangan Masa Depan”, Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit UNMUH Ponorogo Press Bulan Juli 2015

Penerbit UNMUH Ponorogo Press Bulan Juli 2015

  ©REYOG CITY. Template by Dicas Blogger.

TOPO