PERPUTARAN UANG DALAM ACARA KIRAB PUSAKA : PERAYAAN GREBEG SURO TAHUN 2008

Kirab Pusaka menjelang Malam 1 Muharram merupakan salah satu rangkaian Perayaan Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo yang diselenggarakan setiap tahunnya. Selain pusat keramaian di Aloon-Aloon Ponorogo dan sekitarnya, Kirab Pusaka ini mampu menyedot perhatian masyarakat Ponorogo maupun dari luar Ponorogo. Kehadiran masyarakat untuk menonton Kirab tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perputaran uang di Ponorogo. Asumsi yang sangat gampang dengan jumlah penonton minimal sebanyak 10.000 penontong dan setiap penonton membelanjakan uangnya sebesar Rp 10.000 (untuk parkir, beli makanan dan minuman) maka telah terjadi perputaran uang sebesar Rp 100.000.000. Nilai tersebut belum ditambah dengan peserta kirab, misalnya sewa mobil, menghias mobil, dan merias peserta. Dengan peserta kirap lebih kurang 100 mobil dan rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 4.000.000 per mobil maka sudah mencapai angka Rp 400.000.000. Sehingga secara kasar total uang yang berputar sudah mencapai Rp 500.000.000 dalam acara kirap tersebut. Angka yang cukup besar untuk perputaran uang dalam sehari di sebuah kota yang bukan metropolis.





1 komentar:

  1. weh analisa yang bagus pak slamet
    he he he he he
    ajarin dunk tentang ilmu ekonomi

    nice post...

    BalasHapus

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

  ©REYOG CITY. Template by Dicas Blogger.

TOPO