Tampilkan postingan dengan label Sertifikasi Dosen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sertifikasi Dosen. Tampilkan semua postingan

LANGKAH MENYUSUN BERKAS SERDOS : MEMASUKKAN BERKAS (BAGIAN 10)

Setelah menyusun Diskripsi Diri dan Ekuilivalen Wajib Mengajar Penuh (4 semester) beserta bukti-bukti kegiatan terkait, langkah selanjutnya adalah membagikan Instrumen Penilaian Persepsional kepada mahasiswa, teman sejawat, atasan, dan diri sendiri untuk mendapatkan penilaian.
  • Jumlah mahasiswa yang diminta menilai sebanyak 5 mahasiswa (sebaiknya dipilih mahasiswa yang sudah mengenal atau paham betul tentang dosen tersebut)
  • Jumlah teman sejawat yang diminta menilai sebanyak 3 dosen (sebaiknya dipilih teman sejawat yang sudah mengenal atau paham betul tentang dosen tersebut)
  • Jumlah atasan yang diminta menilai sebayak 1 pejabat (sebaiknya atasan langsung dari dosen tersebut).
  • Diri sendiri juga harus melakukan penilaian.

Yang harus mendapatkan perhatian form Instrumen Penilaian Persepsional yang diberikan kepada pihak yang dimaksud di atas masing-masing harus rangkap 2 (dua eksemplar) dan disepakati cara penilaian dengan memberikan tanda silang atau tanda lingkaran pada jawaban yang tersedia dan ditandatangani. Form Instrumen Penilaian Persepsional sudah tersedia dalam Panduan Sertifikasi Dosen.


Langkah selanjutnya setelah seluruh Instrumen Penilaian Persepsional terkumpul adalah memasukkan seluruh berkas ke dalam amplop. Sebelum memasukkan ke dalam amplop, yang perlu diperhatikan adalah :
  • Diskripsi Diri dibuat rangkap 2.
  • EWMP untuk 4 semester dibuat rangkap 2.
  • Curriculum Vitae dibuat rangkap 2
  • CD berisi Diskripsi Diri dan Curriculum Vitae sebanyak 2 buah
  • Bukti melaksanakan kegiatan untuk 4 semester dibuat rangkap 2.
  • Instrumen Penilaian Persepsional baik dari 5 mahasiswa, 3 teman sejawat, 1 atasan, dan diri sendiri dibuat rangkap 2.
  • Diskripsi Diri, EWMP, Instrumen Penilaian Persepsional di print pada kertas ukuran A-4 dan bukti melaksanakan kegiatan di copy dengan ukuran A-4
  • Menyiapkan amplop besar dan amplop sedang (kertas ukuran A-4 dapat dimasukkan) secukupnya.
  • Membuat identitas yang akan ditempel pada amplop (sebaiknya warna kertas identitas tersebut berbeda-beda untuk setiap amplop).

Memasukkan berkas ke dalam amplop (dibuat rangkap dua untuk dua assesor).
  • Amplop Identitas Dosen Dan Lembar Pengesahan.
  • Amplop Instrumen Persepsional Dari Mahasiswa.
  • Amplop Instrumen Persepsional Dari Teman Sejawat.
  • Amplop Instrumen Persepsional Dari Atasan.
  • Amplop Instrumen Persepsional Dosen Sendiri.
  • Amplop Instrumen Deskripsi Diri.
  • Amplop Penilaian Angka Kredit (PAK), SK Jabatan Akademik dan SK Kepangkatan.
  • Amplop Pas Foto Berwarna Ukuran 3 x 4 sejumlah Empat Buah.
  • Amplop Lampiran.


Read More......

LANGKAH MENYUSUN BERKAS SERDOS : EKUILIVALEN WAJIB MENGAJAR PENUH (BAGIAN 9)

Setelah seluruh data masuk dalam Curriculum Vitae, langkah selanjutnya (selain menarasikan dalam bentuk Deskripsi Diri) adalah menyusun Ekuilivalen Wajib Mengajar Penuh (EWMP) untuk dua tahun terakhir atau 4 semester terakhir. Yang perlu mendapat perhatian dalam menyusun EWMP adalah seluruh data yang ditulis harus didukung dengan bukti-bukti terkait dan bukti-bukti tersebut akan dilampirkan dalam berkas pengajuan Serdos (berbentuk copy bukti terkait dan telah dilegalisir). Secara umum data yang harus diisikan dalam form EWMP mencakup unsur Tridharma PT (Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat) dan unsur penunjang Tridharma PT. Beberapa data yang dapat dimasukkan antara lain adalah :

Pendidikan dan Pengajaran.
  • Pengampu Mata Kuliah.
  • Pembimbing KKL, KKN, PKN.
  • Pembimbing Skripsi atau Tesis.
  • Penguji Skripsi atau Tesis.
  • Membina Kegiatan Mahasiswa.
  • Mengembangkan Buku Pengajaran.
  • Menyampaikan Orasi Ilmiah.
  • Menduduki Jabatan.
  • Dan lain-lain.


Penelitian.
  • Hasil Penelitian yang Dipublikasikan (ISBN) berbentuk Buku Monograf atau Buku Referensi.
  • Hasil Penelitian yang Dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah ISSN atau Terakreditasi.
  • Hasil Penelitian yang Diseminarkan.
  • Hasil Penelitian yang Tersimpan di Perpustakaan.
  • Tulisan dalam Media Massa.
  • Dan lain-lain.

Pengabdian pada Masyarakat.
  • Memberi latihan, penyuluhan/penataran/ceramah kepada masyarakat.
  • Memberi pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan.
  • Dan lain-lain.

Penunjang Tridharma PT
  • Menjadi anggota dalam suatu panitia pada PT.
  • Menjadi anggota panitia/badan pada lembaga pemerintah.
  • Menjadi anggota profesi.
  • Berperan aktif dalam pertemuan ilmiah.
  • Dan lain-lain.

Berikut contoh EWMP (hanya contoh 2 semester) yang penulis susun pada saat pengajuan Serdos 2009 :


Read More......

LANGKAH MENYUSUN BERKAS SERDOS : DESKRIPSI DIRI 6 (BAGIAN 8)

G. Etos kerja (semangat, target kerja, disiplin, ketangguhan).
Jelaskan etos kerja yang meliputi semangat, target kerja, disiplin, dan ketangguhan Saudara menghadapi masalah! Berikan contoh nyata yang Saudara lakukan/alami dalam kehidupan profesional sebagai dosen!.
Deskripsi.
Saya dalam menjalankan tugas sebagai dosen dan menjabat sebagai Sekretaris LPPM penuh semangat dan bekerja dengan tepat waktu. Dalam hal mengajar saya selalu membuat kesepakatan dengan mahasiswa tentang jam masuk kuliah dan beberapa aturan yang disepakati bersama, sehingga dalam masuk kuliah hampir selalu tetap waktu dan jika saya tidak masuk kuliah karena ada kepentingan saya selalu memberitahu mahasiswa dan memberikan tugas untuk dikerjakan secara individu atau kelompok, sedangkan materi biasanya sudah saya cantumkan di blog saya atau jika belum dapat dicari di perpustakaan. Sedangkan untuk jabatan sebagai sekretaris, saya selalu mengupayakan masuk kerja tepat lagi dan biasanya untuk pagi saya gunakan untuk mencari berbagai informasi terkait penelitian dan pengabdian pada masyarakat, baik di websitenya Ditjen Dikti Depdiknas, DP2M Ditjen Dikti Depdiknas, Ditnaga Depdiknas, Kelembagaan Depdiknas, LIPPI, Ristek, Kopertis dan Kopertais, Departemen Agama dan lain-lain. Itu semua saya lakukan agar Universitas Muhammadiyah Ponorogo tidak ketinggalan informasi dan dapat masuk ke berbagai peluang yang ada. Sebagaimana hal ketepatan masuk kerja, untuk jam pulang saya selalu tepat waktu, atau bahkan sering melakukan lembur jika ada pekerjaan yang belum selesai.


Sebagai contoh ketika saya menjabatsebagai Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan saya bersama teman dosen jurusan melakukan lembur sampai malam di kampus untuk menyiapkan birang akreditasi jurusan. Demikian juga pada waktu jadi sekretaris LPPM saya juga sering lembur sampai malam untuk menyelesaikan tugas di LPPM, antara lain ketika menyiapkan pengiriman proposal penelitian dan pengabdian DP2M Ditjen Dikti, membuat proposal kerjasama dengan berbagai pihak, maupun menyelesaikan laporan akhir suatu program. Sebagai suatu lembaga dimana ketua dan sekretaris diangkat oleh Rektor, maka tiap tahun LPPM selalu melaporkan perkembangan dan rencana kerja untuk tahun yang akan datang untuk tiap tahunnya. Meskipun tidak secara resmi diminta oleh Rektor dan lembaga lain tidak menyampaikan laporan tahunan, namum Ketua dan saya percaya akan ada manfaatkan untuk menilai prestasi kerja dan kejelasan program yang akan datang.


H. Integritas Diri (kejujuran, keteguhan pada prinsip, konsistensi, tanggung jawab dan keteladanan).
Jelaskan integritas Saudara dalam kaitannya dengan kejujuran, keteguhan prinsip, konsistensi, tanggung jawab, dan keteladanan yang dapat ditunjukkan di lingkungan Saudara! Berikan contoh nyata yang Saudara alami dalam kehidupan profesional sebagai dosen!.
Deskripsi.
Sebagai seorang dosen dan sekaligus menjabat sebagai Sekretaris LPPM, saya selalu menekankan masalah kejujuran, keteguhan, konsistensi, tanggung jawab, dan keteladanan. Sebagai seorang dosen, saya dalam menyampaikan kuliah maupun pemberian nilai mahasiswa saya lakukan dengan jujur, tanggung jawab, dan konsistensi terhadap kesepakan yang telah dibuat pada awal perkuliahan. Selain itu, terkait ketepatan masuk kuliah dan teknik menyelesaikan masalah (soal-soal) merupakan upaya memberikan keteladanan kepada mahasiswa agar mereka disiplin dan mampu menyelesaiakan soal secara sistematis. Selain itu dalam kaitannya tugas membuat makalah, hal saya tekankan kepada mahasiswa adalah untuk selalu menghargai karya orang lain dengan jalan mencantumkan setiap sumber kutipan yang ada di makalah tersebut. Karya ilmiah yang sudah saya hasilkan, misalnya dalam bentuk laporan penelitian, karya ilmiah yang dimuat di jurnal ilmiah maupun karya ilmiah yang dimuat di media massa, merupakan karya hasil penelitian maupun kajian ilmu yang saya tulis dengan apa adanya tanpa harus saya rubah data atau informasinya. Oleh sebab itu, saya selalu siap dan berani mempertanggungjawabkan karya itu, baik melalui seminar maupun diwawancarai oleh media elektronik (radio) yang ada di Ponorogo.


I. Keterbukaan terhadap kritik, saran, dan pendapat orang lain (penyikapan, penerimaan).
Bagaimana Saudara menyikapi kritik, saran dan pendapat orang lain? Berikan contoh nyata yang Saudara alami dalam kehidupan profesional sebagai dosen!.
Deskripsi.
Dalam proses pembelajaran maupun menjelang UAS saya selalu memberikan kebebasan mahasiswa untuk melakukan kritik, sarang, dan pendapat mereka secara tertulis. Semua itu saya terima dengan senang hati karena akan menunjukkan kepada saya tentang yang sudah saya lakukan dan masih memerlukan perbaikan. Selain itu, tulisan atau artikel saya yang telah dimuat di jurnal imiah atau di media massa sering saya tunjukkan kepada teman dosen untuk memberikan kritik maupun saran. Demikian juga dengan buku Statistika Deskriptif dan Statistika Induktif, sebelum saya tawarkan ke penerbit, saya sudah mengkopikan kepada mahasiswa dan teman dosen untuk mengkritisi. Bagi saya kritik, saran, dan pendapat orang lain merupakan masukan yang sangat berharga untuk perbaikan diri saya di masa akan datang.


J. Peran sosial (kemampuan kerja sama, kemampuan komunikasi).
Bagaimana kemampuan Saudara dalam menjalin kerjasama dan berkomunikasi dengan teman sejawat, staf administrasi, atasan, mahasiswa, dan masyarakat? Berikan contoh nyata yang Saudara alami dalam kehidupan profesional sebagai dosen!.
Deskripsi.
Dalam hal kerjasama, saya tidak pernah memilih-milih teman dan saya selalu dapat bekerja sama dengan semua orang. Berbagai penelitian yang saya hasilkan selalu berganti personel yang terlibat kerja sama dengan saya. Bahkan saya dapat bekerja sama dengan mahasiswa, yaitu mahasiswa saya libatkan dalam penelitian. Dalam hal komunikasi, saya tidak ada hambatan dan hamper setiap forum yang saya ikuti saya selalu dapat menyampaikan pemikiran dan gagasan saya. Kemampuan saya menyampaikan gagasan dan pemikiran tersebut, maka saya sampai saat ini masih terpilih sebagai anggota senat Fakultas Ekonomi dan sekaligus Senat Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Adanya kemampuan bekerja sama dan komunikasi tersebut, maka saya dipercaya sebagai Konsultan Teknik Kecamatan (KTK) untuk Anti Poverty Program (APP) di Ponorogo untuk Tahun 2008 dan 2009. Sebagai KTK APP, pada tahun 2008 saya membawahi 3 orang Pendamping Kelompok Masyarakat dengan wilayah kerja sebanyak 6 desa dan tahun 2009 membawahi 2 orang Pendamping Kelompok Masyarakat dengan wilayah kerja sebanyak 5 desa.


K. Orisinalitas (kreativitas dan inovasi).
Jelaskan kemampuan Saudara dalam menemukan dan menerjemahkan ide-ide baru untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas dalam berbagai aspek pekerjaan Saudara! Berikan contoh nyata yang Saudara alami dalam kehidupan profesional sebagai dosen!.
Deskripsi.
Kreativitas dan inovasi keilmuan saya tuangkan dalam bentuk penelitian maupun berbagai tulisan ilmiah saya yang dimuat di jurnal ilmiah maupun media massa. Berbagai penelitian maupun tulisan ilmiah yang saya hasilkan tersebut merupakan hasil pengamatan saya terhadap fenomena yang ada di sekitar saya. Adanya ide-ide baru yang kreatif tersebut, membuat beberapa proposal yang saya tulis dapat disetujui dan didanai oleh DP2M Ditjen Dikti Depdiknas, dan beberapa tulisan dalam bentuk artikel ilmiah dari hasil penelitian yang saya lakukan juga dapat diterima dan diterbitkan di berbagai jurnal ilmiah terakreditasi.

Read More......

LANGKAH MENYUSUN BERKAS SERDOS : DESKRIPSI DIRI 5 (BAGIAN 7)

F. Karakter pribadi dalam berbagai situasi dan kondisi (kendali diri, kesabaran, ekspresi perasaan, rasionalitas).
Jelaskan karakter/kepribadian Saudara yang menggambarkan kemampuan pengendalian diri, kesabaran, empati, dan rasionalitas pada berbagai situasi! Berikan contoh nyata yang Saudara alami dalam kehidupan profesional sebagai dosen!.
Deskripsi.
Pengendalian Diri. Pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2008, yang dipercaya sebagai anggota senat Fakultas Ekonomi dan sekaligus menjadi anggota senat Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Dalam setiap rapat yang digelar oleh senat (baik senat fakultas maupun universitas) sering kali terjadi perbedaan pendapatan dan berdampak pada perdebatan yang panjang. Melihat kondisi tersebut, biasanya saya akan memberikan berbagai masukan yang mendasar, misalnya menegaskan tujuan awal pembicaraan, dan pembahasan dilakukan pertahap sehingga tidak melompat. Masukan tersebut biasanya diakomodir dan dilakukan penataan pembahasan kembali, namun tidak jarang saya juga malah diserang oleh beberapa anggota senat lain karena dinilai mengembalikan pembahasan yang sudah mau matang. Menghadapi hal tersebut, saya menjelaskan kembali tujuan dasar dan tahap-tahap yang perlu dilakukan untuk mencapai tujua tersebut. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran yang menarik untuk saya bahwa dalam menghadapi permasalahan jika kita tidak dapat mengendalikan diri maka sering kali cara berpikir kita menjadi tidak tertata, muncul emosi yang tinggi, dan akhirnya permasalahan tersebut tidak dapat terjawab, bahkan semakin melebar.


Kesabaran. Upaya menumbuhkan peran aktif dosen untuk membuat proposal penelitian dan atau pengabdian kepada masyarakat yang akan diajukan ke DP2M Ditjen Dikti Depdiknas merupakan upaya yang sangat membutuhkan kesabaran. Pengumuman atau informasi tetang proposal ke DP2M Ditjen Dikti Depdiknas, pernah ditujukan ke Dekan masing-masing fakultas untuk diteruskan ke dosen, namun beberapa fakultas sering tidak menindaklanjuti untuk menyampaikan ke dosen dan akhirnya dosen banyak yang mengadu sekaligus protes ke LPPM karena tidak dikasih informasi. Mendapatkan protes dan kritikan tersebut Ketua LPPM dan saya (sekretaris) sangat berterikasih karena mendapatkan bahan untuk koreksi diri terhadap langkah yang telah dilakukan LPPM. Berdasar pengalaman tersebut, akhirnya surat pengumuman atau informasi tidak ditujukan ke Dekan, tetapi langsung ditujukan ke nama masing-masing dosen fakultas. Cara ini ternyata lebih mengena, terbukti jumlah proposal yang masuk ke LPPM terdapat peningkatan. Namun dari data proposal yang masuk ternyata dosen yang terlibat hanya dosen tertentu saja sedangkan dosen yang belum pernah membuat proposal masih banyak. Oleh sebab itu, akhirnya diambil langkah selain diberikan surat secara langsung ke masing-masing dosen, saya (sekretaris) dan Ketua LPPM juga turun langsung mengajak teman-teman dosen yang belum pernah membuat proposal untuk mencoba membuat proposal. Contoh proposal yang sudah pernah diterima dan buku panduan sering saya bawa ke mana-mana untuk menyemangati teman-teman dosen tersebut, dan jika mereka menyatakatan akan menyusun terus dipantau perkembangannya dan sering ditanya bahkan dibantu beberapa kesulitan yang merekan hadapi. Cara tersebut akhirnya mendapatkan hasil telah terjadi peningkatan yang signifikan dari jumlah proposal yang terkirim dan sudah sangat merata di setiap fakultas. Sebagai gambaran, pada tahun 2002 proposal (penelitian dan pengabdian pada masyarakat) yang dikirim ke DP2M Ditjen Dikti Depdiknas sebanyak 11 proposal, tahun 2003 sebanyak 22 proposal, tahun 2004 sebanyak 18 proposal, tahun 2005 sebanyak 43 proposal, tahun 2006 sebanyak 46 proposal, tahun 2007 sebanyak 52 proposal, tahun 2008 sebanyak 84 proposal.

Ekspresi Perasaan. Terkait bidang saya yang saya tekuni saat ini, statistika dan program SPSS, saya sering membantu teman dosen dalam menyelesaikan thesisnya, khususnya untuk mengajari cara mengolah data dan sekaligus membaca hasil olahan data. Teman dosen yang pernah saya bantu tidak hanya dari Fakultas Ekonomi tetapi juga fakultas-fakultas yang lain. Melihat berbagai permasalahan dalam penyusunan thesis tersebut, akhirnya mendorong saya membuat buku sederhana tentang cara mengolah dan menganalisis data dengan program SPSS, dan buku tersebut saya berikan kepada teman yang membutuhkan, selain sudah saya masukkan dalam blog saya, http://ssantoso.blogspot.com. Selain membantu masalah pengolahan dan analisis data tersebut di atas, saya juga sering membantu teman dosen dalam menyusun kenaikan jabatan akademik (sampai saat ini saya termasuk anggota PAK Universitas Muhammadiyah Ponorogo). Bantuan yang saya lakukan adalah menata langkah untuk menyusun kenaikan jabatan akademik, cara menghitungnya, dan cara menyusunnya. Karena saya termasuk dosen yang sudah mempunyai kepangkatan akademik yang tinggi, maka form isian pengajuan kenaikan kepangkatan akademik saya (Lektor dan Lektor Kepala) sering saya copi dan saya berikan pada teman-teman yang mau mengajukan kenaikan kepangkatan akademik tersebut.

Rasionalitas. Saya sering membawa jurnal akreditasi yang memuat artikel ilmiah yang saya tulis. Jurnal tersebut saya tunjukkan kepada teman dosen, dan biasanya saya hanya berbicara “Masa begini aja tidak bisa?”. Biasanya sambil mengobrol, saya menyinggung tentang arti penting menulis artikel ilmiah di jurnal nasional dan jurnal akreditasi. Selain dapat digunakan sebagai bahan untuk mendukung akreditasi jurusan dan program studi, keuntungan penulis sendiri adalah dapat digunakan untuk kenaikan jabatan akademik (karena kum artikel di jurnal yang tinggi dibandingkan hasil penelitian yang hanya disimpan di perpustakaan) dan dampak dari kenaikan jabatan akademik tersebut adalah adanya kenaikan kesejahteraan pada diri masing-masing. Penjelasan secara rasional ternyata lebih mendorong semangat mereka baik untuk menulis artikel di jurnal ilmiah maupun mengurus kenaikan jabatan akademik. Saat ini, untuk teman dosen di Fakultas Ekonomi sudah banyak yang telah menulis artikel di jurnal ilmiah, baik jurnal di fakultas, universitas, luar universitas, dan bahkan jurnal akreditasi. Mereka yang telah berhasil menulis di jurnal ilmiah tersebut, kenaikan kepangkatan akademiknya juga mengalami kelancaran.

Read More......

LANGKAH MENYUSUN BERKAS SERDOS : DESKRIPSI DIRI 4 (BAGIAN 6)

D. Peningkatan Kualitas Kegiatan Mahasiswa (perubahan pengelolaan, implementasi kebijakan, dan dukungan institusi).
Jelaskan upaya-upaya keterlibatan Saudara dalam kegiatan kemahasiswaan, bagaimana implementasinya dan dukungan institusi Sdr! Berikan contoh nyata keterlibatan Saudara dalam kehidupan profesional sebagai dosen.
Deskripsi.
Meskipun saya sudah tidak menjadi dosen wali mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembanguan (terakhir tada tahun 2004), namun saya masih tetap akrab dengan mahasiswa. Beberapa mahasiswa sering saya ajak untuk membantu penelitian saya sebagai tenaga lapangan dan juga terlibat sebagai tenaga lapangan untuk penelitian yang dijalankan oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pengalaman saya dalam bidang penelitian dan penulisan artikel ilmiah di berbagai jurnal maupun media massa, dan sikap saya yang akrab dan terbuka membuat mahasiswa sering konsultasi kepada saya khususnya masalah metode penelitian maupun pengolahan data untuk penyusunan skripsi, baik secara langsung bertatap muka maupun melalui e-mail. Sampai saat ini mahasiswa yang konsultasi ke saya tidak hanya dari mahasiswa Fakultas Ekonomi tetapi juga mahasiswa dari fakultas lain. Terkait dengan pengembangan kualitas mahasiswa dalam bidang penulisan artikel, saya pernah menjadi pemateri dalam : 1) Pendidikan dan Latihan Jurnalistik BEM Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada tahun 2004; 2) Pelatihan Peneliti Muda Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada tahun 2007; dan 3) Pelatihan Penulisan Ilmiah Mahasiswa BEM Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada tahun 2008.

Untuk menumbuhkembangkan kegiatan mahasiswa dalam bidang penulis artikel, pada tahun 2004 saya pernah menyampaikan usulan kepada Rektor pada acara koordinasi dengan lembaga-lembaga di Universitas Muhammadiyah Ponorogo untuk memberikan insentif bagi mahasiswa yang artikelnya berhasil dimuat di media massa. Alasan saya pada saat itu, selain untuk menumbuhkembangkan kegiatan penulisan artikel sekaligus sebagai media promosi dan publikasi terkait aktivitas mahasiswa Universitas Muhamamdiyah Ponorogo. Usulan tersebut mendapatkan tanggapan yang positif dan langsung Rektor memerintahkan bagian Penerimaan Mahasiswa Baru untuk merancang anggaran untuk insentif bagi mahasiswa yang tulisannya dimuat di media massa dan sampai saat ini program insentif tersebut masih berjalan dengan lancar, meskipun mahasiswa menulis artikel masih sebatas di koran lokal.


E. Peningkatan Pengabdian kepada Masyarakat (kegiatan dan implementasi perubahan, serta dukungan masyarakat).
Jelaskan upaya-upaya keterlibatan Saudara dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, bagaimana implementasi, dan dukungan masyarakat! Berikan contoh nyata keterlibatan Saudara dalam kehidupan profesional sebagai dosen.
Deskripsi.
Keterlibatan saya dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat telah dimulai dari tahun 1997 sampai dengan sekarang. Jenis kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah saya lakukan sebagaimana terangkum dalam tabel sebagai berikut :


Keterlibatan saya dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat tersebut di atas mendapatkan sambutan yang positif baik oleh pihak pemerintahan kecamatan dan atau pemerintahan desa lokasi program maupun pihak masyarakat secara langsung penerima program. Adanya sambutan positif dan dampak pelaksanaan program tersebut, saya laporkan kepada pihak pimpinan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan ditindaklajuti dengan menerjunkan mahasiswa di beberapa lokasi tersebut baik dalam bentuk bakti sosial, kuliah kerja lapangan, kuliah kerja nyata, maupun sebagai desa binaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Sedangkan dari pihak pemberi program, sampai saat ini masih memberikan respon positif dan kepercayaan terhadap keterlibatan saya dalam program pengabdian pada masyarakat. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan masih diberikannya kepercayaan kepada saya untuk tetap terlibat secara aktif dalam program pengabdian pada masyarakat, dan khususnya pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo sampai saat ini tetap mempercayakan berbagai program (penelitian dan pengabdian pada masyarakat) untuk dilaksanakan oleh dosen-dosen di Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Read More......

LANGKAH MENYUSUN BERKAS SERDOS : DESKRIPSI DIRI 3 (BAGIAN 5)

C. Peningkatan Kualitas Manajemen/Pengelolaan Institusi (pengelolaan, implementasi kebijakan, dan dukungan institusi).
Jelaskan upaya-upaya keterlibatan Saudara dalam pengembangan manajemen (pengelolaan) pada unit kerja di perguruan tinggi Saudara, bagaimana implementasi dan dukungan institusi Sdr! Berikan contoh nyata yang Saudara lakukan dalam kehidupan profesional sebagai dosen!.
Deskripsi.
Beberapa keterlibatan saya dalam pengembangann kualitas manajemen institusi di Universitas Muhammadiyah Ponorogo adalah sebagai berikut :

Pada periode waktu 1998 sampai dengan 2001, saya dipilih dan dipercaya oleh senat Fakultas Ekonomi untuk menjabat sebagai Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan. Tantangan pada saat itu adalah Jurusan Ekonomi Pembangunan sedang mempersiapkan akreditasi jurusan untuk yang pertama kali. Oleh sebab itu, setelah saya dilantik menjadi ketua jurusan saya langsung mengadakan koordinasi dengan teman-teman dosen di jurusan untuk mempersiapkan berkas-berkas untuk akreditasi tersebut. Meskipun untuk masalah akreditasi menjadi tanggung jawab ketua jurusan, namun saya banyak melibatkan temanteman dosen di jurusan dan selalu mengadakan koordinasi maupun diskusi baik secara formal maupun informal. Sejak awal kepada teman-teman dosen jurusan telah saya sampaikan bahwa jabatan ketua jurusan itu selalu ada pergantian, sehingga jika teman dosen lain yang nanti nanti menjabat menjadi tidak bingung menangani akreditasi jurusan. Hasil kerja keras saya dan teman-teman dosen jurusan membawa hasil, yaitu Jurusan Ekonomi Pembangunan mendapatkan akreditasi B. Selain masalah akreditasi, dalam hal pembagian jam mengajar maupun pembagian jumlah bimbingan skripsi, sebelum ditetapkan dan disampaikan surat tugas biasanya saya sudah koordinasikan dengan teman-teman dosen untuk mendapatkan masukan. Hasilnya, setiap diadakan rapat penetapan jumlah jam mengajar untuk dosen dan pembagian pembimbingan mahasiswa di Jurusan Ekomomi Pembangunan hampir dipastikan tidak ada masalah.

Pada periode waktu 2001 sampai dengan 2005, saya dipercaya oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Ponorogo menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Tantangan pada saat itu adalah masih sedikitnya teman-teman dosen yang mengajukan proposal penelitian (DM dan atau SKW) dan proposal pengabdian pada masyarakat ke DP2M Ditjen Dikti Depdiknas (pada saat itu maksimal hanya mengirim 4 proposal penelitian dan 2 proposal pengabdian), dan dalam setiap tahun belum tentu mendapatkan pendanaan dari DP2M Ditjen Dikti Depdiknas. Kondisi tersebut telah mendorong, tim LPPM (Ketua dan Sekretaris beserta staff) untuk berusaha meningkatkan peran aktif dosen baik dalam bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Untuk mendorong peran aktif tersebut dan sekaligus sebagai sarana untuk pembelajaran maka LPPM mengajukan program penelitian dan pengabdian yang didanai oleh pihak Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Sedangkan untuk meningkatkan peran aktif dosen dalam membuat proposal penelitian dan pengabdian pada masyarakat ke DP2M Ditjen Dikti Depdiknas, selain memberikan informasi kepada seluruh dosen juga berusaha melakukan pendekatan dan memotivasi yang dilakukan secara informal. Ketua LPPM dan saya, selaku sekretaris, menyediakan waktu untuk melayani jika ada dosen yang akan konsultasi atau bertanya seputar penyusunan proposal. Upaya-upaya tersebut berdampak cukup besar, yaitu ditandai dengan semakin banyaknya dosen yang sering ke LPPM untuk konsultasi atau mencari bahan atau referensi dalam penyusunan proposal, semakin meningkatnya jumlah proposal yang masuk, dan semakin meningkatnya jumlah proposal yang didanai oleh DP2M Ditjen Dikti Depdiknas, yaitu setiap tahun selalu mendapatkan pendanaan dari proposal yang telah dikirim. Dengan adanya prestasi dalam mengembangkan bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat tersebut, Ketua LPPM dan saya, selaku sekretaris, mendapatkan kepercayaan kembali untuk yang mengelola dan mengembangkan LPPM Universitas Muhammadiyah Ponorogo untuk periode tahun 2005 sampai dengan 2009. Sebagai gambaran, pada tahun 2002 proposal (penelitian dan pengabdian pada masyarakat) yang dikirim ke DP2M Ditjen Dikti Depdiknas sebanyak 11 proposal, tahun 2003 sebanyak 22 proposal, tahun 2004 sebanyak 18 proposal, tahun 2005 sebanyak 43 proposal, tahun 2006 sebanyak 46 proposal, tahun 2007 sebanyak 52 proposal, tahun 2008 sebanyak 84 proposal.

Pada tahun 2004, saya memberikan masukan kepada Ketua LPPM untuk menerbitkan sebuah jurnal ilmiah yang isinya berupa artikel imiah hasil penelitian dan kajian bidang ilmu. Alasan saya mengusulkan hal tersebut adalah, setelah saya mengikuti pelatihan dan lokakarya pengelolaan jurnal di malang pada tahun 2002 dan di Surakarta pada tahun 2003, dan sudah banyaknya hasil penelitian yang dihasilkan oleh para dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo, baik dari penelitian local yang didanai universitas maupun penelitian DM dan SKW yang didanai oleh DP2M Ditjen Dikti Depdiknas. Usulan saya tersebut disambut baik oleh Ketua LPPM dan saya diminta membuat proposal penerbitan jurnal. Setelah saya koordinasi dengan beberapa teman dan mengamati perkembangan penelitian yang ada di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, saya mengajukan proposal penerbitan jurnal dengan nama Fenomena Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Humaniora. Proposal tersebut mendapatkan respon yang positif, dan langsung diterbitkan SK Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo tentang pengelola jurnal ilmiah Fenomena periode tahun 2004 sampai dengan 2007 dan saya dipercaya sebagai wakil penyunting. Kelancaran pengelolaan dan penerbitan jurnal ilmiah tersebut (sampai saat ini sudah masuk pada volume 6, nomor 1, Januari 2009) ternyata berdampak bahwa sampai saat ini (periode tahun 2007 sampai dengan 2009) saya masih diberikan kepercayaan untuk menjadi wakil penyunting.

Pengalaman mengelola dan menerbitkan Jurnal Ilmiah Fenomena, saya sampaikan kepada pejabat struktural di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo untuk menerbitkan sebuah jurnal di fakultas. Karena saya dianggap sudah berpengalaman dan berhasil mengelola jurnal, maka saya langsung ditunjuk oleh Dekan Fakultas Ekonomi untuk menyampaikan secara langsung rencana penerbitan jurnal fakultas kepada seluruh dosen pada acara pertemuan rutin di Fakultas Ekonomi. Respon dari apa yang saya jelaskan tentang rencana penerbitan jurnal fakultas tersebut sangat positif dan disepakati nama jurnalnya adalah Ekuilibrium. Akhirnya untuk kejelasan pengelolaan jurnal tersebut maka dikeluarkan SK Dekan Fakultas Ekonomi tentang pengelola jurnal Ekuilibrium, dan saya dipercaya untuk menjadi wakil penyunting untuk periode tahun 2005 sampai dengan 2009. Saat ini jurnal Ekuilibrium masuk volume 4, nomer 2, Maret 2009.

Read More......

LANGKAH MENYUSUN BERKAS SERDOS : DESKRIPSI DIRI 2 (BAGIAN 4)

B. Pengembangan Keilmuan/Keahlian Pokok (produktivitas dan makna karya ilmiah).
Jelaskan produk karya-karya ilmiah yang telah Saudara hasilkan, baik dalam bentuk buku, penelitian, jurnal ilmiah, makalah yang dipresentasikan (dalam forum ilmiah), hak paten, hak cipta, artikel dalam media masa dan bagaimana keterkaitannya (makna karya) dengan pengembangan keilmuan Saudara! Berikan judul karya ilmiah Saudara dan yang menerbitkan/mempublikasikannya!.
Deskripsi.
Aktivitas ilmiah yang telah saya laksanakan selama saya menjadi dosen di Universitas Muhamadiyah Ponorogo, baik dalam bentuk penelitian, artikel ilmiah dalam jurnal ilmiah, artikel dalam media massa, maupun buku yang diterbitkan, secara rinci terangkum dalam tabel berikut :





5. Karya Dipublikasikan dalam Web.
Sekitar tahun 2007 saya telah membuat blog sendiri yang saya gunakan untuk mempubilkasikan berbagai tulisan (opini), hasil penelitian, berita bergambar, materi kuliah : Statistika Deskriptif, Statistika Induktif, Metode Penelitian, dan Program SPSS. Alamat blog saya adalah http://ssantoso.blogspot.com dan sampai saat ini jumlah pengunjung blog saya sudah mencapai lebih dari 30.000.

Makna Karya.
Berbagai karya ilmiah baik dalam bentuk penelitian, karya ilmiah dalam jurnal ilmiah, karya yang dimuat dalam media massa, buku yang diterbitkan, dan berbagai karya yang terpublikasi melalui blog saya, mempunyai keterkaitan (makna) yang sangat erat dengan pengembangan keilmuan yang saya tekuni dan khususnya pengembangan dalam mata kuliah yang saya ampu. Berbagai hasil penelitian maupun karya ilmiah lain yang telah saya hasilkan sangat memperkaya pengetahuan atau keilmuan saya tentang fenomena sosial dan ekonomi yang ada di masyarakat. Selain itu, hasil penelitian tersebut juga saya gunakan untuk memperkaya bahan perkuliahan yang saya ampu, khususnya untuk mata kuliah Statistika dan Metode Penelitian. Berbagai tanggapan dan konsultasi secara langsung di blog saya atau melalui e-mail, baik terkait hasil penelitian, tulisan ilmiah, maupun bahan kuliah, telah banyak menambah wawasan keilmuan saya dan juga menambah pemahaman tentang fenomena sosial dan ekonomi di tempat lain. Sebagai gambaran, yang pernah konsultasi tentang metode peneltian maupun teknik menganalisis data lewat e-mail saya tidak hanya mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo tetapi juga mahasiswa dari perguruan tinggi lain, khususnya yang akan menyelesaikan tugas akhir. Dengan menyediakan waktu untuk memberikan konsultasi tersebut secara langsung menambah wawasan keilmuan saya dan menambah pemahaman saya tentang fenomena sosial dan ekonomi di daerah lain.

Read More......

LANGKAH MENYUSUN BERKAS SERDOS : DESKRIPSI DIRI 1 (BAGIAN 3)

Langkah selanjutnya setelah data dimasukkan dalam form Curriculum Vitae adalah menyusun Deskripsi Diri. Inti dari Deskripsi Diri adalah menarasikan pengalaman pelaksanaan Tridharma PT yang telah dilaksanakan (berdasarkan data pada Curriculum Vitae). Menyusun Deskripsi Diri ini biasanya merupakan bagian tersulit dalam penyusunan Serdos dan dari beberapa data hasil penilaian Serdos salah satu penyebab tidak lolos sertifikasi karena kurang serius dalam menyusun Deskripsi Diri. Berikut contoh Deskripsi Diri yang penulis susun ketika mengikuti Serdos Tahun 2009 :

A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran (usaha dan dampak perubahan).
Jelaskan usaha-usaha Saudara dalam usaha meningkatkan kualitas pembelajaran dan bagaimana dampaknya! Berikan contoh nyata yang Saudara alami dalam kehidupan profesional sebagai dosen.
Deskripsi.
Upaya peningkatan kualitas pembelajaran mahasiswa yang telah saya laksanakan dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap awal perkuliahan, tahap pelaksanaan perkuliahan, dan tahap akhir perkuliahan.
Awal Perkuliahan.
Pertemuan awal perkuliahan saya gunakan untuk mengenal dan memahami kondisi mahasiswa, memberikan pemahaman secara global tentang arti penting mata kuliah, dan melakukan kontrak perkuliahan. Mengingat mata kuliah yang saya ampu lebih banyak mengarah pada materi hitungan (misalnya Mata Kuliah Statistika, Ekonometrika, dan Ekonomi Mikro), maka saya harus mampu memetakan kemampuan mahasiswa peserta perkuliahan dalam hal hitung menghitung. Oleh sebab itu, pada saat awal perkuliahan saya selalu berdialog terkait asal daerah, jurusan pada saat di SMU/Sederajat, asal sekolah, dan beberapa pertanyaan yang sedikit banyak dapat memberikan gambaran tentang kemampuan dari masing-masing mahasiswa peserta perkuliahan.

Upaya tersebut saya lakukan, selain untuk memetakan kemampuan mahasiswa peserta perkuliahan, juga agar terjalin hubungan yang tidak kaku dan ada kedekatan dengan para mahasiswa. Pada pertemuan awal juga saya gunakan untuk menjelaskan secara global tentang arti penting mata kuliah, baik menyangkut berbagai materi yang akan dibahas, berbagai literatur atau buku bacaan yang digunakan, keterkaitannya dengan mata kuliah yang lain, dan sampai dengan keterkaitan mata kuliah untuk kebutuhan penulisan skripsi. Sedangkan upaya agar mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan secara aktif, maka saya melakukan kontrak perkuliahan, yaitu dengan jalan membuat dan menyepakati bersama tentang aturan perkuliahan (misalnya jam masuk perkuliahan, waktu presensi ditutup, aturan keterlambatan, dan aturan ijin tidak masuk) dan juga aturan penilaian akhir (misalnya besarnya prosentase nilai untuk presensi, tugas kelompok, tugas individu, presentasi, UTS, dan UAS).

Pelaksanaan Perkuliahan.
Saya menyadari bahwa mata kuliah yang materinya banyak hitungan sering kurang diminati oleh mahasiswa dan bahkan menjadi “momok”, sehingga berdampak para mahasiswa menjadi enggan untuk masuk dan mengikuti perkuliahan. Dengan menggunakan kontrak perkuliahan yang telah disepakati bersama telah mampu mendorong mahasiswa untuk masuk dan mengikuti perkuliahan yang saya ampu, walaupun dalam tahap awal hanya sekedar memenuhi presensi saja. Dengan modal awal mahasiswa mau aktif masuk perkuliahan tersebut, dalam penyampaian materi perkuliahan saya telah banyak melakukan improvisasi. Beberapa improvisasi terkait teknik penyampaian materi tersebut adalah : 1) Sekitar tahun 1995 sampai dengan 1997 (tiga tahun awal sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Ponorogo), teknik penyampaian materi perkuliahan yang saya lakukan adalah langsung menerangkan dari pokok bahasan satu ke pokok bahasan lain, dengan dilengkapi berbagai contoh soal. Setelah beberapa pokok bahasan, lalu saya melaksanakan kuiz dan pemberian tugas individu kepada mahasiswa. Hasil dari teknik penyampaian materi tersebut ternyata masih kurang memuaskan, yaitu dilihat dari nilai rata-rata mahasiswa pada akhir perkuliahan dan range nilai mahasiswa (nilai tertinggi dengan nilai terendah) yang cukup jauh; 2) Sekitar tahun 1998 sampai dengan 2001. Hasil diskusi dengan para dosen di Fakultas Ekonomi (pada saat itu saya menjabat sebagai Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan) terdapat beberapa masukan terkait pengembangan kualitas pembelajaran, yaitu setiap dosen diharapkan membuat hand out untuk mata kuliah yang diampu dan menekankan pentingnya diskusi kelompok. Mengacu pada berbagai masukan tersebut, untuk setiap materi perkuliahan saya telah menyiapkan hand out dan sebelum materi tersebut dibahas hand out sudah saya serahkan kepada mahasiswa untuk digandakan. Selain itu dalam hand out tersebut juga saya berikan berbagai soal latihan yang dikerjakan di dalam secara kelompok. Dengan menggunakan teknik tersebut, nilai rata-rata pada akhir perkuliahan telah terjadi peningkatan, namun range nilai mahasiswa masih termasuk cukup jauh; 3) Tahun 2002 sampai sekarang. Setelah saya tidak menjabat sebagai Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan, saya dipercaya menjabat menjadi Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Aktivitas saya di bidang penelitian, telah mendorong saya untuk mengkaji permasalahan kualitas perkuliahan yang saya ampu. Beberapa informasi dan temuan terkait kondisi mahasiswa dari hasil kajian yang saya lakukan adalah : Pertama, masih banyak mahasiswa yang menempuh mata kuliah yang saya ampu tidak memiliki buku literatur yang telah saya sarankan pada awal perkuliahan dan mereka juga masih masih jarang memanfaatkan perpustakaan (ke perpustakaan jika ada tugas saja); Kedua, jika mendapatkan tugas kelompok, mahasiswa cenderung berkelompok dengan teman dekatnya saja dan tidak mau berubah kelompoknya; Ketiga, di dalam kelas mahasiswa cenderung duduk berjejer dengan teman dekatnya saja dan kurang membaur dengan mahasiswa lain yang bukan teman dekatnya; dan Keempat, ternyata beberapa mahasiswa lebih cepat paham materi perkuliahan jika pada saat santai diterangkan oleh temannya. Berdasarkan informasi dan temuan tersebut, saya merubah teknik penyampaian materi perkuliahan. Saya menyusun buku diktat terkait mata kuliah yang saya ampu dengan berbagai contoh kasus dan soal latihan, dan buku diktat itu wajib dicopi oleh seluruh mahasiswa yang menempuh mata kuliah yang saya ampu (saat ini buku diktat saya yang sudah diterbitkan adalah Buku Statistika Deskriptif dan Statistika Induktif). Dalam menyampaikan materi saya menggunakan media LCD projector supaya menarik dan mahasiswa tidak jenuh. Penyampaian materi dalam setiap tatap muka biasanya tidak sampai 1 jam, terus langsung saya berikan tugas untuk didiskusikan atau dikerjakan secara berkelompok. Untuk pembentukan kelompok mahasiswa teknik yang saya lakukan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu pada tahun-tahun sebelumnya pembentukan kelompok saya serahkan sepenuhnya kepada mahasiswa untuk memilih teman, tapi akhirnya saya ubah dengan jalan mahasiswa saya minta berhitung secara berurutan, misalnya butuh 7 kelompok maka secara berurutan berhitung dari 1 sampai 7 dan kembali ke 1 terus sampai 7 dan seterusnya. Mahasiswa yang menyebutkan angka 1 berkelompok menjadi satu kelompok, mahasiswa yang menyebut angka 2 berkelompok menjadi satu kelompok, dan seterusnya. Dengan teknik tersebut akhirnya mahasiswa dapat membaur dengan mahasiswa lain dan tidak hanya berkelompok dengan teman dekat yang biasa duduk berjejer, serta mahasiswa yang pandai dapat membantu mahasiswa yang kurang pandai. Setelah diskusi kelompok selesai, saya pilih satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi dan mendapatkan tanggapan dari kelompok lain. Dengan menggunakan teknik tersebut, nilai rata-rata mahasiswa pada akhir perkuliahan terjadi peningkatan yang signifikan dan range antara nilai tertinggi dengan nilai terendah semakin kecil.

Akhir Perkuliahan.
Pada saat menjelang UAS atau pertemuan akhir, meskipun dari pihak Lembaga Penjaminan Mutu Institusi (LPMI) telah memberikan kuesioner evaluasi dosen yang harus diisi oleh mahasiswa, namun saya selalu memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memberikan kritikan dan masukan kepada saya secara tertulis, baik terkait ketepatan waktu kuliah, cara mengajar, penyampaian materi, dan teknik perkuliahan. Kritikan dan masukan tersebut sangat berguna bagi saya untuk pengembangan kualitas perkuliahan. Selain memberikan kesempatan untuk memberikan kritik dan masukan tersebut, saya juga mengumumkan nilai sementara, yaitu nilai presensi, tugas-tugas, UTS, dan presentasi, yang telah dikumpulkan oleh masing-masing mahasiswa berdasarkan kesepakatan yang telah dilakukan pada awal perkuliahan. Sedangkan setelah pelaksanaan UAS, saya memberikan kesempatan kepada mahasiswa, dalam batas waktu tertentu, untuk melihat rincian penilaian untuk mata kuliah yang saya ampu dan jika terjadi kesalahan mereka dapat meminta perbaikan nilai.

Dampak.
Pengembangan kualitas pembelajaran yang saya lakukan mempunyai dampak sebagai berikut : a) Saya menjadi semakin percaya diri dan semakin khitmad dalam menjalankan tugas sebagai seorang dosen. Saya merasa bahagia ketika melihat mahasiswa cukup bersemangat dan antusias mengikuti perkuliahan. Oleh karena itu saya menjadi semakin bersemangat untuk selalu memperbaiki berbagai kekurangan yang ada dalam diri saya; b) Mahasiswa menjadi semakin bersemangat untuk mengikuti perkuliahan yang saya ampu, antara lain dengan indikator adanya keaktifan bertanya oleh mahasiswa, tugas yang saya berikan kepada mahasiswa selalu dikerjakan dan dikumpulkan tepat waktu; keterlibatan aktif dalam kegiatan diskusi kelompok (yang biasanya diam atau tidak berani mengutarakan pendapat menjadi berani sekalipun porsinya masih kecil jika dibandingkan dengan mahasiswa yang sejak awal telah berani mengutarakan pendapatnya), dan secara umum rata-rata nilai mahasiswa di akhir perkuliahan mata kuliah yang saya ampu menjadi meningkat, yaitu rata-rata berpredikat memuaskan, dan range nilai tertinggi dengan terendah semakin kecil; c) Sekalipun belum sempurna, dalam perkuliahan yang saya ampu telah tercipta hubungan yang baik antara dosen dengan mahasiswa maupun antar sesama mahasiswa, relatif terjaganya suasana kondusif di kelas, dan terciptanya hubungan sosio-emosional di kelas.

Read More......

LANGKAH MENYUSUN BERKAS SERDOS : CURRICULUM VITAE (BAGIAN 2)

Setelah data dan berkas sudah siap dan komplit dilanjutkan dengan memasukkan data tersebut ke dalam form Curriculum Vitae yang sudah tersedia di pedomas Sertifikasi Dosen. Contoh Curriculum Vitae yang penulis susun (tahun 2009) adalah sebagai berikut :









Read More......

LANGKAH MENYUSUN BERKAS SERDOS (BAGIAN 1)

Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika seorang dosen harus menyusun berkas untuk Setifikasi Dosen (Serdos) banyak mengalami kebingungan. Hal tersebut terjadi karena selain harus menyusun berkas yang dibutuhkan, dosen tersebut juga dituntut untuk mampu menuangkannya secara deskriptif dalam Diskripsi Diri. Kebingungan yang sering terjadi adalah menentukan langkah yang harus didahulukan untuk menyusun berkas Serdos.
Berdasarkan pada pengalaman pada saat menyusun berkas Serdos tahun 2009 (sebagai Dosen di Perguruan Tinggi Swasta), langkah yang dilakukan sebagaimana alur di bawah ini :



Langkah 1.
Panduan Serdos Tahun 2010 dapat didownload pada http://ditnaga.dikti.go.id/ditnaga/index.php.

Langkah 2.
Mengumpulkan berkas yang dibutuhkan, yaitu terdiri dari :
  • Copy SK Dosen Tetap dari Yayasan.
  • Copy SK Jabatan Akademik mulai Asisten Ahli sampai terakhir (dilegalisir oleh Kopertis).
  • Copy Ijasah S-1 dan S-2 (dilegalisir).
  • Data pengalaman mengampu Mata Kuliah sejak menjadi Dosen Tetap sampai sekarang (Nama Mata Kuliah, Jurusan, dan Tahun).
  • Copy Surat Tugas menjadi Dosen Wali sejak menjadi Dosen Tetap sampai sekarang.
  • Copy Surat Tugas menjadi Pembimbing KKL, PKN, KKN atau sebutan yang lain sejak menjadi Dosen Tetap sampai sekarang.
  • Copy Surat Tugas menjadi Pembimbing Skripsi sejak menjadi Dosen Tetap sampai sekarang.
  • Diktat yang pernah dibuat.
  • Copy SK menjabat sebagai Struktural.
  • Berkas Penelitian, Menulis Artikel Ilmiah di Jurnal Ilmiah, Menulis Artikel di Koran, sejak menjadi Dosen Tetap sampai sekarang.
  • Berkas Pengabdian pada Masyarakat sejak menjadi Dosen Tetap sampai sekarang.
  • Copy Sertifikat mengikuti Worshop, Pelatihan, Seminar, Diklat, Penataran dan lain-lain sejak menjadi Dosen Tetap sampai sekarang.
  • Copy SK Kepanitiaan dan Piagam Penghargaan sejak menjadi Dosen Tetap sampai sekarang.

Catatan Penting : khusus untuk pengalaman melaksanakan Tridharma PT pada 2 tahun terkakhir (4 semester terakhir) harus melampirkan bukti-bukti terkait dan harus sesuai dengan pengisian Ekuilivalensi Wajib Mengajar Penuh (EWMP).

Langkah 3.
Seluruh data atau berkas yang sudah dikumpulkan tersebut (sudah dianggap komplit) kemudian dimasukkan pada form Curriculum Vitae yang sudah tersedia dalam Panduan Serdos.

Read More......

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Mei 2009)

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

Penerbit: P2FE_UMP, Ponorogo (Oktober 2010)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

Penerbit: Ardana Media Yogyakarta (Maret 2009)

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit : Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press, Maret 2013

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit Univ. Muhammadiyah Ponorogo Press (Juli 2013

Penerbit UNMUH Ponorogo Press Bulan Juli 2015

Penerbit UNMUH Ponorogo Press Bulan Juli 2015

  ©REYOG CITY. Template by Dicas Blogger.

TOPO